Kesehatan

Bisa, Diet tanpa Stres

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 Agustus 2021
Bisa, Diet tanpa Stres

Temukan cara terbaik agar melakukan diet tanpa stres.(Foto: 123RF/zinkevych)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBANYAKAN orang yang pernah melakukan diet akan mengatakan mau menyerah. Terlalu sulit untuk tetap termotivasi serta setia pada program dan merasakan bagaimana berat yang sudah hilang hari demi hari pada akhirnya kembali lagi.

Jika melihat gambaran besar tentang apa yang terjadi saat diet, jelas bahwa kebanyakan program itu dipaksakan. "Sering kali, premisnya ialah kamu selama ini makan dengan cara yang 'salah', dan harus mengikuti sebuah program untuk menurunkan berat badan. Kamu tidak diberi kesempatan untuk mencari tahu sendiri masalahnya," ujar psikolog olahraga Kristen Carter yang memiliki sertifikasi dalam gaya hidup sehat, olahraga, dan nutrisi asal AS.

BACA JUGA:

Berani Coba? Diet ala Zaman Prasejarah

"Jadi, ketika rencana diet diikuti, implikasinya bisa sangat luas dan dalam. Mengikuti rencana diet yang demikian membuat kamu tetap sebagai korban, seseorang yang tidak memiliki kuasa atas apa atau bagaimana mereka makan," ujar penulis buku Lose Weight? Exercise More? I Don’t Think So! tersebut.

Dalam artikelnya yang dia tulis di Psychologytoday.com (4/8), Carter mengatakan, dengan mengikuti diet, kamu menggunakan motivator ekstrinsik. Motivator ekstrinsik (atau eksternal) adalah sesuatu yang diberikan kepadamu oleh orang lain dan tidak datang dari dalam.

"Orang yang menggunakan motivator eksternal mungkin berpikir bahwa mengikuti arahan akan lebih mudah daripada harus memberikan solusi yang lebih beragam atau kompleks. Mereka bahkan mungkin tidak mengetahui solusi lain," imbuhnya.

Diet Sebagai Motivator Eksternal

diet
Teori Determinasi harus dipenuhi agar perubahan perilaku yang langgeng terjadi. (123RF/ximagination)

Namun, ada beberapa masalah dengan menggunakan motivator eksternal untuk diet. "Salah satu masalah besar ialah bahwa ketika diet dipaksakan, kamu mudah terjerumus ke dalam mentalitas hukuman (deprivasi) atau penghargaan (cheat day). Ini menjadi kepatuhan vs pemberontakan," ujarnya.

Selain itu, diet sering kali disertai dengan mentalitas 'harus'. Pelaku diet mengikuti dan tidak harus iklas. Satu hal lagi, melakukan diet mungkin tampak sebagai cara untuk mengurangi stres karena harus membuat pilihan makanan, hari demi hari. Namun, cara berpikir itu dapat dengan mudah menjadi bumerang.

Kita manusia itu kompleks. Menurut berbagai penelitian, kita memiliki kebutuhan psikologis tertentu yang menyertai kita sepanjang waktu, untuk menjadi tuan atas nasib diri sendiri. Seperti diet untuk menurunkan berat badan, kebutuhan ini harus dipenuhi.

Secara singkat, kebutuhan tersebut meliputi:


1. Kebutuhan akan otonomi
2. Kebutuhan akan kompetensi dan penguasaan
3. Kebutuhan akan keterkaitan, atau dukungan dan keterhubungan dengan orang lain.

BACA JUGA:

Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus!

Ketika kita berniat untuk menurunkan berat badan dan menetapkan tujuan melakukannya, cara kita melakukannya dapat mengarah pada solusi yang efektif atau kegagalan yang membuat stres.

"Berdasarkan penelitian, proses berorientasi tujuan yang mendukung kebutuhan psikologis yang dijabarkan dalam Teori Determinasi milik Deci dan Ryan akan mengarah pada kesuksesan," ujar Carter.

Ketika kekuatan luar (ekstrinsik) diterapkan, tidak satu pun dari tiga kebutuhan psikologis terpenuhi, sehingga sangat sulit untuk mencapai tujuan. Deci juga mengusulkan tiga cara untuk mendorong penentuan nasib sendiri dan otonomi, yaitu:


1. Orang tersebut perlu menyadari alasan pribadi mereka (penekanan pada 'mengapa' itu sangat menarik bagi orang tersebut
2. Membiarkan orang tersebut mengembangkan pilihan mereka sendiri yang akan mengarah pada pencapaian tujuan
3. Belajar untuk mengakui dan menangani hambatan dan konflik unik diri sendiri.

Penerapan SMART

diet
Penurunan berat badan yang menekankan otonomi, kompetensi, dan keterkaitan sosial punya hasil positif. (123RF/belchonock)


Dalam hal menurunkan berat badan, seseorang acap disarankan menetapkan tujuan SMART untuk membantu mereka. SMART merupakan singkatan dari spesifik, measurable atau terukur, attainable atau dapat tercapai, realistic atau realistis, dan timely atau sesuai waktunya.

Jenis penetapan tujuan itu mencakup banyak dasar dalam konteks penentuan nasib sendiri. Menjadi sangat spesifik dan konkret tentang tujuan yang dipilih oleh individu untuk disesuaikan dengan situasi mereka dapat sangat membantu dalam membangun otonomi.

Hal ini juga berguna untuk memiliki struktur panduan untuk membuat serangkaian pilihan tujuan SMART dari waktu ke waktu yang akan sesuai dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. Dengan demikian, kamu tidak lagi mengikuti motivasi ekstrinsik yang kerap membuat stres.(aru)

BACA JUGA:

Tak Melulu Pola Makan, Diet Juga Butuh Sikap Mental

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan