KEBANYAKAN orang yang pernah melakukan diet akan mengatakan mau menyerah. Terlalu sulit untuk tetap termotivasi serta setia pada program dan merasakan bagaimana berat yang sudah hilang hari demi hari pada akhirnya kembali lagi.
Jika melihat gambaran besar tentang apa yang terjadi saat diet, jelas bahwa kebanyakan program itu dipaksakan. "Sering kali, premisnya ialah kamu selama ini makan dengan cara yang 'salah', dan harus mengikuti sebuah program untuk menurunkan berat badan. Kamu tidak diberi kesempatan untuk mencari tahu sendiri masalahnya," ujar psikolog olahraga Kristen Carter yang memiliki sertifikasi dalam gaya hidup sehat, olahraga, dan nutrisi asal AS.
BACA JUGA:
"Jadi, ketika rencana diet diikuti, implikasinya bisa sangat luas dan dalam. Mengikuti rencana diet yang demikian membuat kamu tetap sebagai korban, seseorang yang tidak memiliki kuasa atas apa atau bagaimana mereka makan," ujar penulis buku Lose Weight? Exercise More? I Don’t Think So! tersebut.
Dalam artikelnya yang dia tulis di Psychologytoday.com (4/8), Carter mengatakan, dengan mengikuti diet, kamu menggunakan motivator ekstrinsik. Motivator ekstrinsik (atau eksternal) adalah sesuatu yang diberikan kepadamu oleh orang lain dan tidak datang dari dalam.
"Orang yang menggunakan motivator eksternal mungkin berpikir bahwa mengikuti arahan akan lebih mudah daripada harus memberikan solusi yang lebih beragam atau kompleks. Mereka bahkan mungkin tidak mengetahui solusi lain," imbuhnya.
Diet Sebagai Motivator Eksternal
Namun, ada beberapa masalah dengan menggunakan motivator eksternal untuk diet. "Salah satu masalah besar ialah bahwa ketika diet dipaksakan, kamu mudah terjerumus ke dalam mentalitas hukuman (deprivasi) atau penghargaan (cheat day). Ini menjadi kepatuhan vs pemberontakan," ujarnya.
Selain itu, diet sering kali disertai dengan mentalitas 'harus'. Pelaku diet mengikuti dan tidak harus iklas. Satu hal lagi, melakukan diet mungkin tampak sebagai cara untuk mengurangi stres karena harus membuat pilihan makanan, hari demi hari. Namun, cara berpikir itu dapat dengan mudah menjadi bumerang.
Kita manusia itu kompleks. Menurut berbagai penelitian, kita memiliki kebutuhan psikologis tertentu yang menyertai kita sepanjang waktu, untuk menjadi tuan atas nasib diri sendiri. Seperti diet untuk menurunkan berat badan, kebutuhan ini harus dipenuhi.
Secara singkat, kebutuhan tersebut meliputi:
1. Kebutuhan akan otonomi
2. Kebutuhan akan kompetensi dan penguasaan
3. Kebutuhan akan keterkaitan, atau dukungan dan keterhubungan dengan orang lain.
BACA JUGA:
Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus!
Ketika kita berniat untuk menurunkan berat badan dan menetapkan tujuan melakukannya, cara kita melakukannya dapat mengarah pada solusi yang efektif atau kegagalan yang membuat stres.
"Berdasarkan penelitian, proses berorientasi tujuan yang mendukung kebutuhan psikologis yang dijabarkan dalam Teori Determinasi milik Deci dan Ryan akan mengarah pada kesuksesan," ujar Carter.
Ketika kekuatan luar (ekstrinsik) diterapkan, tidak satu pun dari tiga kebutuhan psikologis terpenuhi, sehingga sangat sulit untuk mencapai tujuan. Deci juga mengusulkan tiga cara untuk mendorong penentuan nasib sendiri dan otonomi, yaitu:
1. Orang tersebut perlu menyadari alasan pribadi mereka (penekanan pada 'mengapa' itu sangat menarik bagi orang tersebut
2. Membiarkan orang tersebut mengembangkan pilihan mereka sendiri yang akan mengarah pada pencapaian tujuan
3. Belajar untuk mengakui dan menangani hambatan dan konflik unik diri sendiri.
Penerapan SMART
Dalam hal menurunkan berat badan, seseorang acap disarankan menetapkan tujuan SMART untuk membantu mereka. SMART merupakan singkatan dari spesifik, measurable atau terukur, attainable atau dapat tercapai, realistic atau realistis, dan timely atau sesuai waktunya.
Jenis penetapan tujuan itu mencakup banyak dasar dalam konteks penentuan nasib sendiri. Menjadi sangat spesifik dan konkret tentang tujuan yang dipilih oleh individu untuk disesuaikan dengan situasi mereka dapat sangat membantu dalam membangun otonomi.
Hal ini juga berguna untuk memiliki struktur panduan untuk membuat serangkaian pilihan tujuan SMART dari waktu ke waktu yang akan sesuai dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. Dengan demikian, kamu tidak lagi mengikuti motivasi ekstrinsik yang kerap membuat stres.(aru)
BACA JUGA: