Bimbim Clow, Pecinta Kucing yang Tepis Tuduhan Miring Tentang Dirinya

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 30 Juli 2020
Bimbim Clow, Pecinta Kucing yang Tepis Tuduhan Miring Tentang Dirinya

Bimbim Clow di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (30/7) (Foto: MP/Muchammad Yani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

NAMA Bimbim Clow di kalangan pencinta kucing memang tidak asing lagi. Pria yang bernama asli Wahyu Winono itu merupakan Founder Cat Lovers in The World (CLOW) kerap melakukan aksi penggalangan dana di komunitasnya untuk membantu hewan-hewan terutama kucing yang mengalami musibah.

Sayangnya, aksi Bimbim ini menghadapi masalah. Ia mendapat tuduhan serius yakni menggelapkan dana donasi sebesar Rp3 miliar. Sebelumnya, pengacara Razman Arif Nasution menggelar konferensi pers di kantornya, Rabu (29/7). Mewakili kliennya, Kristian Adi Wibowo atau Joshua, ia mengatakan jika Bimbim sangat tidak terbuka atas donasi yang ia dapat.

Baca juga:

Dog Meat Free Indonesia Kampanyekan Stop Perdagangan dan Konsumsi Daging Anjing

Menanggapi tuduhan itu, Bimbim angkat bicara. Di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (30/7) ia malah mempertanyakan jumlah penggelapan dana yang dituduhkan kepadanya. Jika memang dari donasi yang dilakukan di situs Kitabisa, hal tersebut tak mendasar karena, ia sudah memiliki kontrak dengan Kitabisa.

Bimbim Clow menjelaskan tuduhan kepadanya tidak mendasar (Foto: MP/Muchammad Yani)
Bimbim Clow menjelaskan tuduhan kepadanya tidak mendasar (Foto: MP/Muchammad Yani)

"Jika dari Kitabisa, saya punya kontrak di bulan Februari untuk penggalangan dana rumah kucing Tomohon. Dari surat tersebut saya hanya mendapatkan dana Rp75 juta," ucapnya kepada awak media.

Meskipun ia tak mengetahui jumlah total yang dihasilkan dari penggalangan dana tersebut, Bimbim memang memperkirakan dana yang terkumpul bisa ratusan juta. Namun sekali lagi ia menekankan hanya mendapatkan dana sebesar Rp75 juta, sesuai dengan kontrak.

"Tapi yang mengelola ini Kitabisa, bukan saya. Dan iklan Kitabisa ini memang booming. Terakhir saya lihat di Facebook hingga 3 ribu komentar," ujar Bimbim.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA): Gunakan Masker Bisa Sebabkan Keracunan dan Kekurangan Oksigen

Pria berkacamata itu juga menjelaskan dana yang diberikan oleh pihak Kitabisa langsung masuk ke rekening pribadinya. "Karena pihak Kitabisa sudah mensurvei bangunan yang saya buat," tuturnya.

Sementara jika tuduhan yang dimaksud ialah donasi dari 2017 hingga 2020 juga tidak terbukti. Karena setiap tahunnya, pengeluaran untuk shelter terbilang besar. Di tahun 2019 misalnya ia membangun tiga shelter sekaligus dengan dana Rp1,9 milyar.

Ia pun akan membawa kasus ini ke meja hijau (Foto: MP/Muchammad Yani)
Ia pun akan membawa kasus ini ke meja hijau (Foto: MP/Muchammad Yani)

"Tapi dana itu bukan murni dari sumbangan donasi publik. Saya mendapatkan sponsor dari beberapa orang dengan dana yang cukup besar, dan itu laporannya langsung ke pihak donatur. Kami juga tak mungkin mempublish kecuali donatur yang meminta," ujarnya.

Tuduhan miring dari Joshua dikatakan oleh Bimbim bukan kali ini saja. Sebelumnya ia sempat dituduh menerima uang suap Rp25 juta dari kasus di Samarinda. Namun, saat Bimbim meminta klarifikasi, Joshua tidak bisa memberikan penjelasannya.

"Saya mengurus kasus di Samarinda seekor kucing yang digigit pitbull berpemilik. Dan itu divideoin secara langsung. saya tidak menerima suap itu sampai hari ini. Saya bahkan meminta dia (Joshua) untuk membuktikan, karena hal-hal seperti itu kan sensitif," terang Bimbim.

Saat Bimbim juga sudah mengambil tindakan hukum atas tuduhan miring terhadap dirinya. Ia juga meminta kepada Joshua agar menjelaskan asal uang Rp3 miliar yang dituduhkan tersebut. (Yni)

Baca juga:

Bangkitkan Pariwisata Indonesia Bersama Gerakan Kembali Berwisata

#Kucing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Ilmuwan Temukan Leopardus tilcayo: Spesies Kucing Liar Baru yang Mengubah Sejarah Genetik Kucing Dunia
Heboh penemuan spesies kucing liar baru bernama Leopardus tilcayo di Bolivia, yang pertama dalam 100 tahun terakhir! Berawal dari hewan pungut, kucing mungil ini guncang dunia sains berkat tes DNA.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Ilmuwan Temukan Leopardus tilcayo: Spesies Kucing Liar Baru yang Mengubah Sejarah Genetik Kucing Dunia
Fun
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Para pemilik hewan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anabul kesayangan mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Nutrisi Tepat Jaga Kesehatan Anabul, Bisa Habiskan Lebih Banyak Waktu Bersama Kesayangan
Indonesia
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
: Muhammadiyah DIY meluncurkan Komunitas KucingMu sebagai wadah dakwah pecinta hewan. Uniknya, ada KTAM khusus kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Dinas KPKP DKI Jakarta memperkirakan populasi kucing liar mencapai 300 ribu ekor. Pemprov memilih program sterilisasi dan Trap Neuter Return (TNR).
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Jakarta Diperkirakan Punya 300 Ribu Kucing Liar, Pemprov Perluas Program Sterilisasi
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Indonesia
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Pramono berharap regulasi ini dapat berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Indonesia
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberlakukan Pergub larangan jual-beli daging anjing dan kucing di Jakarta.
Soffi Amira - Rabu, 26 November 2025
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Indonesia
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Peraturan ini secara rinci tertuang dalam Pergub Nomor 36 Tahun 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Indonesia
Polisi Tetapkan 1 Anak Di Bawah Umur Tersangka Pejarahan Kucing Uya Kuya
Anak di bawah umur itu diketahui mencuri kucing dan sofa dari rumah Uya Kuya
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
Polisi Tetapkan 1 Anak Di Bawah Umur Tersangka Pejarahan Kucing Uya Kuya
Indonesia
Kucing Uya Kuya Terlantar Pasca-Penjarahan. Kini Dirawat Puskeswan Ragunan Masih Diinfus
Kucing berwarna oranye itu setelah sempat terlantar usai aksi pejarahan rumah Uya Kuya akhir pekan lalu
Wisnu Cipto - Kamis, 04 September 2025
Kucing Uya Kuya Terlantar Pasca-Penjarahan. Kini Dirawat Puskeswan Ragunan Masih Diinfus
Bagikan