Biaya Murah dan Efisien, Penumpang KRL ke Wilayah Penyangga Jabodetabek Tembus Lebih daripada 100 Juta per Tahun

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Biaya Murah dan Efisien, Penumpang KRL ke Wilayah Penyangga Jabodetabek Tembus Lebih daripada 100 Juta per Tahun

KRL Jabodetabek.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DI kawasan Jabodetabek yang terus berkembang, mobilitas menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Waktu perjalanan, kepastian tiba, dan biaya yang dikeluarkan setiap hari memengaruhi cara masyarakat bekerja, beraktivitas, dan mengatur hidupnya.

Dalam kondisi ini, layanan KRL Jabodetabek berkembang menjadi sistem transportasi yang memberi dampak luas bagi masyarakat. Perbaikan layanan, penambahan kapasitas, dan kemudahan perpindahan antarmoda membentuk pola mobilitas baru yang lebih efisien dan terjangkau.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan perubahan perilaku masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sistem transportasi. “Pilihan menggunakan transportasi publik muncul karena layanan memberi kemudahan, keterjangkauan, kepastian, dan rasa aman,” ujar Anne di Jakarta, Jumat (24/4).

Tren itu terlihat dari pertumbuhan volume pengguna di seluruh lintas KRL Jabodetabek. Di lintas Bogor, jumlah pengguna meningkat dari 102.054.022 pelanggan pada 2022 menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, lalu 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya telah mencapai 38.203.481 pelanggan.

Di lintas Cikarang, jumlah pengguna tercatat 55.660.235 pelanggan pada 2022, meningkat menjadi 71.636.443 pelanggan pada 2023, kemudian 84.426.385 pelanggan pada 2024, dan mencapai 85.936.774 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna telah mencapai 21.717.664 pelanggan.

Baca juga:

PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta



Lintas Rangkasbitung juga menunjukkan pertumbuhan konsisten, dari 43.317.716 pelanggan pada 2022 menjadi 62.085.471 pelanggan pada 2023, lalu 69.999.362 pelanggan pada 2024, dan 77.552.716 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlahnya mencapai 20.197.205 pelanggan.

Di lintas Tangerang, jumlah pengguna meningkat dari 15.333.812 pelanggan pada 2022 menjadi 21.451.515 pelanggan pada 2023, lalu 24.430.279 pelanggan pada 2024, dan 27.280.453 pelanggan pada 2025. Pada Triwulan I 2026, jumlah pengguna tercatat 6.987.364 pelanggan.

Sementara itu, lintas Tanjung Priok juga menunjukkan tren peningkatan, dari 1.599.107 pelanggan pada 2022 menjadi 2.676.363 pelanggan pada 2023, kemudian 3.377.633 pelanggan pada 2024, dan 3.531.311 pelanggan pada 2025. Pada Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna mencapai 873.658 pelanggan.

Pertumbuhan di seluruh lintas tersebut mencerminkan perubahan yang terjadi secara bertahap dalam kehidupan masyarakat. Waktu perjalanan yang lebih teratur membuat aktivitas harian dapat direncanakan dengan lebih baik. Waktu yang sebelumnya habis di perjalanan kini dapat dimanfaatkan untuk bekerja, belajar, atau beristirahat.

Dari sisi biaya, tarif yang terjangkau menjaga mobilitas tetap dapat diakses berbagai lapisan masyarakat. “Efisiensi ini memberi ruang bagi pengeluaran ke kebutuhan produktif lain seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga,” jelas Anne.

Perubahan pilihan moda juga berdampak pada kondisi jalan. Kepadatan lalu lintas berkurang, perjalanan menjadi lebih lancar, dan risiko kecelakaan dapat ditekan. Lingkungan ikut membaik karena berkurangnya polusi karena penggunaan kendaraan pribadi.

Di sekitar stasiun, aktivitas ekonomi tumbuh mengikuti pergerakan penumpang. Pedagang, layanan transportasi lanjutan, hingga hunian berkembang dalam ekosistem yang semakin aktif. Mobilitas yang terhubung mendorong pergerakan ekonomi masyarakat secara langsung.

KAI memandang bahwa infrastruktur transportasi yang tepat dapat membentuk kebiasaan masyarakat dalam jangka panjang. Ketika jaringan semakin terhubung, kapasitas meningkat, dan layanan semakin terintegrasi, peralihan ke transportasi publik akan terjadi secara alami dan berkelanjutan. Penguatan sistem perkeretaapian perkotaan di berbagai kota di luar Jawa dan Sumatra menjadi langkah yang semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas.

Pengembangan jaringan dan kapasitas yang konsisten akan memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pola hidup yang lebih efisien. “Dampaknya terasa dalam kehidupan masyarakat, perjalanan menjadi lebih efisien, waktu lebih terjaga, dan aktivitas dapat berjalan dengan lebih produktif,” tutup Anne.(knu)

Baca juga:

Selama 2026, Ketepatan Waktu Kereta Api Meningkat meski belum 100 Persen On Time





#Kereta Api #PT KAI #Transportasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Peristiwa itu terjadi pada Minggu siang di perlintasan sebidang liar KM 67+400–500, antara Stasiun Karawang dan Stasiun Klari.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
2 Warga Tewas Tertemper Kereta Api Parahyangan di Karawang
Dunia
Norwegia Susun Atur Batas Usia Pengendara Skuter Listrik Jadi 16 Tahun, Cegah Kecelakaan
Pengendara berusia 14 dan 15 tahun lebih sering mengalamni kecelakaan yang melibatkan kecepatan tinggi dan perilaku berkendara yang berisiko.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
Norwegia Susun Atur Batas Usia Pengendara Skuter Listrik Jadi 16 Tahun, Cegah Kecelakaan
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Indonesia
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Sebanyak tujuh trainset KRL kembali beroperasi di Bogor. Kini, kapasitas layanannya sudah bertambah.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
7 Trainset KRL Kembali Beroperasi di Bogor, Kapasitas Layanan Bertambah
Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Kapal tradisional yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kepulauan Seribu perlu tetap diakomodasi dalam aturan baru.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Indonesia
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Pramono berencana menaikkan tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek pada 1 Januari 2027.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Bagikan