Relasi

Biarkan Dilan yang Menanggung Rindu

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 Maret 2022
Biarkan Dilan yang Menanggung Rindu

Ungkapan merindu bisa memakan badan, benar adanya. (Foto: Pexels/Lukas Rychvalsky)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JATUH cinta berjuta rasanya. Tetapi ketika terpaksa harus menahan rindu terlalu lama, rasanya lebih baik terjun saja deh ke jurang. Si Dilan saja mengatakan cukup dia yang menanggung rindu, karena rindu itu berat bos! Tidak semua orang bisa tetap mengontrol kondisi emosional ketika sedang berjauhan dengan sang pujaan hati. Apalagi setiap manusia membutuhkan kasih sayang untuk bisa menghasilkan hormon oksitosin alias hormon cinta.

Melansir dari thriveworks.com, ternyata rindu terlalu berat tidak baik bagi kesehatan tubuh dan kesehatan mental. Cinta dapat memberikan perasaan bahagia sekaligus kesedihan yang mendalam ketika kamu merindukan seseorang. Kebanyakan orang tidak menyadari gejala-gejala yang timbul akibat rindu yang terlalu berat.

Baca Juga:

Memetik Pelajaran Berharga Kisah Cinta Habibie-Ainun

Kehilangan nafsu makan

relasi

otak terstimulasi untuk mengaktifkan saraf kecemasan sehingga dapat menekan nafsu makan. (Foto: Pexels/Nguyen Khanh)

Karena terus menerus memikirkan si doi, kamu akhirnya kehilangan nafsu makan. Jauh dari orang tersayang tentunya membuat hati merasa gusar dan gundah gulana. Kondisi hati yang sedang tak keruan membuat otak terstimulasi untuk mengaktifkan saraf kecemasan sehingga dapat menekan nafsu makan.

Punya kebiasaan baru

relasi
Merindukan pujaan hatinya memang seringkali menunjukkan perilaku unik atau kebiasaan baru. (Foto: Pexels/seesouk souvannaph)

Orang yang sedang dimabuk cinta dan merindukan pujaan hatinya memang seringkali menunjukkan perilaku unik atau kebiasaan baru. Jika sebelumnya kamu tidak suka menulis puisi, bisa jadi ketika merindukan seseorang kamu menghabiskan satu buku sekaligus hanya untuk menuliskan puisi tentang dirinya.

Baca Juga:

Inspirasi Bunga untuk Orang Spesial di Hati

Kondisi kesehatan menurun

relasi
Kerinduan yang mendalam terhadap seseorang membuat hampir semua jaringan saraf di dalam tubuh mengalami stres. (Foto: Pexels/cottonbro)

Merindukan seseorang memang terlihat manis. Tapi ternyata rindu bisa menghancurkan raga dan jiwa. Sebenarnya kerinduan yang mendalam terhadap seseorang membuat hampir semua jaringan saraf di dalam tubuh mengalami stres. Kamu bisa mengalami mual, kehilangan nafsu makan, jantung berdetak terlalu cepat, hingga kehilangan keseimbangan tubuh. Kalau rindu si doi lebih baik langsung telepon saja ya!

Mudah emosi

relasi
Kondisi emosional pun berubah menjadi sangat sensitif. (Foto: Pixabay-sweetlouise)

Karena kondisi kesehatan tubuh menurun akibat rasa rindu, akhirnya kondisi emosional pun berubah menjadi sangat sensitif. Jika tadinya kamu bukan termasuk orang yang baperan, karena tak kuat menahan stres akibat rindu, kamu pun menjadi mudah tersinggung ketika diajak bercanda dengan teman sendiri. Wah kalau sudah begini sih bukan hanya relasi pertemanan saja yang bisa hancur tetapi produktivitas kerja juga perlahan menurun drastis karena kamu tidak bisa berhubungan baik dengan kolega kantor. (Mar)

Baca Juga:

3 Kesalahan yang Harus Dihindari oleh Pengantin Baru

#Relasi #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan