MerahPutih.com - Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta triwulan II 2020 mengalami kontraksi yang cukup dalam akibat dampak pandemi COVID-19. Ekonoml DKI pada triwulan ini terkontraksi sebesar -8,22 persen.
Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, hasil itu menurun tajam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang masih tumbuh positif sebesar 5,06 persen.
"Perkembangan ini tidak terlepas dan pengaruh melemahnya ekonomi global," terang Hamid Ponco melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).
Baca Juga
Hamid menuturkan, ekonomi DKI juga menurun tajam sebagai dampak kebijakan penerapan PSBB yang mengharuskan jam kerja lebih pendek dan berkurangnya jumlah pekerja lapangan. Aturan itu dikeluarkan Pemprov DKI agar kasus virus corona tak lebih meluas.
"Kontraksi pertumbuhan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta, dengan kontribusi penurunan terdalam bersumber dan pengeluaran investasi dan konsumsi rumah tangga," jelasnya.
Hamid melanjutkan, kontraksi ekonomi lebih dalam bisa ditahan karena adanya investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jakarta yang mencapai Rp30,1 triliun. Nilai investasi PMA dan PMDN di Jakarta merupakan yang tertinggi secara nasional.
Untuk meningkatkan geliat ekonomi DK, kata Hamid, perlu dilakukan berbagai upaya secara berkesinambungan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI pun harus gencar menyelenggarakan berbagai forum investasi.
Kemudian, agar ekonomi Ibukota tidak anjlok lebih dalam, Pemprov DKI perlu terus meningkatkan investasi melalui kegiatan promosi guna menarik dan meyakinkan investor untuk berinvestasi di berbagai proyek potensial di Jakarta.
Dukungan kegiatan investasi di ibu kota juga perlu diberikan Pemda DKI melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan antara lain kemudahan perizinan, untuk berbisnis maupun cara-cara lain dalam menangani permasalahan investasi.
Baca Juga
Tunggu Vaksin COVID-19, Pemerintah Gencar Lakukan Pengetesan dan Pelacakan
"Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi dan aktivitas perekonomian di DKI Jakarta," tutupnya. (Asp)