BI: Ekonomi Masih Hadapi Tantangan Kompleks Akibat Pandemi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Desember 2021
BI: Ekonomi Masih Hadapi Tantangan Kompleks Akibat Pandemi

Perkantoran Jakarta. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 yang telah melanda dunia sejak hampir dua tahun lalu masih menyisakan berbagai tantangan kompleks yang harus dihadapi, termasuk bagi Indonesia. Meskipun, saat ini perekonomian global mulai pulih.

"Hampir dua tahun kita banyak belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah yang sangat kompleks dari pandemi ini," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Book Launching & Research Expo secara daring di Jakarta, Senin (13 / 12).

Baca Juga:

Bank Indonesia Bikin Himpunan Bisnis Pesantren

Ia menilai, berbagai tantangan tersebut akan dibahas dalam enam agenda jalur keuangan atau finance track Presidensi G20 di Indonesia pada 2022.

Adapun keenam agenda tersebut yakni pertama, bagaimana normalisasi kebijakan fiskal dan moneter bisa mendukung ekonomi global yang seimbang tanpa harus menimbulkan bergejolaknya ketidakpastian di pasar keuangan.

Agenda kedua yaitu bagaimana mengatasi dampak luka memar atau scaring effect dari pandemi terhadap korporasi termasuk UMKM, serta ketiga adalah masalah digitalisasi ekonomi keuangan, termasuk sistem pembayaran.

Bank Indonesia. (Foto: Antara)
Bank Indonesia. (Foto: Antara)

Agenda keempat adalah ekonomi dan keuangan hijau, dan kelima yaitu inklusi ekonomi dan keuangan, dan keenam yakni masalah perpajakan internasional.

"Itulah permasalahan global dan nasional yang memerlukan berbagai jawaban segera dari kebijakan dan berlandaskan pemikiran konseptual, teori, maupun kaidah-kaidah empiris," ujarnya.

BI meluncurkan dua buku yang berjudul Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges and Policy Responses serta Periphery and Small Ones Matter: Interplay of Policy and Social Capital, sebagai salah satu dukungan pengembangan keilmuan terhadap mengatasi berbagai masalah karena pandemi. (Asp)

Baca Juga:

Berbagai Risiko Baru Bayangi Pemulihan Ekonomi Indonesia

#Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia #Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Bagikan