Desain Interior

Bersihkan Lantai Parquet Tanpa Merusaknya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 05 Agustus 2021
Bersihkan Lantai Parquet Tanpa Merusaknya

Bersihkan lantai parquet tanpa merusaknya. (Foto: Unsplash/Denny Muller)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMBERSIHKAN parquet atau lantai kayu tidak boleh asal. Kamu harus memperlakukan lantai laminasi ini seperti kaca yang rentan. Bersihkan lantai parquet dengan lembut. Bagaimana caranya?

Laman womanandhome.com menyarankan pertama, bersihkan lantai parquet dengan menyapunya. Gunakan sapu debu atau sapu berbulu lembut untuk menyapu seluruh lantai. Jika kamu memiliki hewan peliharaan yang bulunya sering rontok, kamu mungkin perlu menyapu setiap hari atau dua hari sekali. Kemudian, gunakan penyedot debu yang memiliki pengaturan lantai keras.

Baca juga:

Hunian Makin Estetik dengan Lantai Vinyl

Lantai parquet harus dibersihkan dengan bahan yang lembut. (Foto: Unsplash/Peter Herrmann)

Lantai parquet juga tidak boleh dibersihkan dengan air atau pembersih kimia lainnya. Penggunaan air dalam pembersihan juga harus seminimal mungkin. Menggunakan terlalu banyak air dapat menyebabkan lantai membengkak, menggelembung dan memudar warnanya.

Pembersihan mendalam setiap tiga bulan sekali harus dilakukan dengan menggunakan pembersih lantai khusus laminasi atau parquet, pel basah yang hampir kering untuk menyeka lantai, kain mikrofiber, atau pel kering. Kuncinya adalah segera keringkan lantai setelah mengepelnya. Jangan biarkan lantai tertinggal dalam keadaan basah terlalu lama.

Jika permen karet atau lilin jatuh ke lantai, kamu dapat membekukannya dengan mengompresnya menggunakan es. Saat dibekukan, gunakan pengikis plastik untuk memisahkan benda yang menempel di lantai parquet. Setelah benda yang mengganggu itu terangkat, gunakan kain mikrofiber untuk menghilangkan sisa residu.

Baca juga:

Rumah Idaman Harus Bersih dari Virus Corona, Begini Kiatnya!

Lalu, berapa frekuensi yang tepat dalam merawat lantai parquet? Pembersihan mendalam diperlukan setiap dua atau tiga bulan sekali untuk menjaga lantai kamu terlihat seperti baru.

Jika ada noda yang terlihat bersihkan dengan pembersih yang berbahan ringan. (Foto: Unsplash Kari Shea)

Jika ada noda berwarna di lantai termasuk noda berminyak, aseton dapat digunakan, tetapi hanya dalam jumlah yang sangat kecil. Selain itu, kamu dapat melindungi lantai dari kerusakan, keausan, dan kotoran dengan meletakkan alas masuk di ambang pintu atau pintu masuk. Keset akan menyerap minyak, kotoran, air, atau zat lain.

Lapisan bawah parquet dapat ditempatkan di bawah karpet agar tidak tergores atau merusak lantai. Sebagai catatan terakhir, jika kamu memiliki kucing atau anjing, pastikan untuk memotong kuku mereka dengan benar. Cakar mereka dapat menggores lantai, bahkan secara tidak sengaja. (tel)

Baca juga:

Developer Banyak Kembangkan Hunian Bernuansa Bali di Jabodetabek

#Desain Interior #Rumah #Properti
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Kejagung Selamatkan Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun 100 Ribu Rumah untuk Korban Bencana
Kejagung berhasil menyelamatkan Rp 6,6 triliun. Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, uang itu bisa membangun 100 ribu rumah untuk korban bencana.
Soffi Amira - Rabu, 24 Desember 2025
Kejagung Selamatkan Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun 100 Ribu Rumah untuk Korban Bencana
Indonesia
270.985 Unit Rumah FLPP Terserap Warga di 2025, Tertinggi Sejak 2010
Penyaluran dana ini disalurkan melalui 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 Desember 2025
270.985 Unit Rumah FLPP Terserap Warga di 2025, Tertinggi Sejak 2010
Indonesia
Bangun 2.000 Rumah untuk Korban Banjir Sumatra, DPR Minta Pemda Gerak Cepat
Pemerintah bakal bangun 2.000 rumah untuk korban banjir Sumatera. DPR pun meminta Pemda setempat agar bergerak cepat.
Soffi Amira - Rabu, 17 Desember 2025
Bangun 2.000 Rumah untuk Korban Banjir Sumatra, DPR Minta Pemda Gerak Cepat
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
PSI Desak Gubernur Pramono Ubah Aturan BPHTB, Era Anies Digratisiskan Rumah di Bawah Rp 2 Miliar
Kebijakan terbaru Pemerintah DKI itu tidak memberikan keringanan sama sekali apabila dibandingkan dengan kebijakan sebelumnya dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 23/2023
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 November 2025
PSI Desak Gubernur Pramono Ubah Aturan BPHTB, Era Anies Digratisiskan Rumah di Bawah Rp 2 Miliar
Indonesia
PPN DTP Ditanggung 100 Persen Sampai 2027, Pasar Properti Dipastikan Kembali Bergeliat
Apalagi, saat ini banyak bank yang sudah melakukan "gimmick" agar masyarakat bisa membeli properti.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
PPN DTP Ditanggung  100 Persen Sampai 2027, Pasar Properti Dipastikan Kembali Bergeliat
Indonesia
KPR Masih Dominasi Pembelian Rumah di Indonesia
Pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa sebesar 17 persen dan 8,59 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
KPR Masih Dominasi Pembelian Rumah di Indonesia
Property
Panduan Cerdas Memilih Kost di Bandung: Jangan Hanya Lihat Harga dan Lokasi
Bandung masih menjadi salah satu kota favorit untuk tempat tinggal sementara, terutama bagi mahasiswa dan pekerja muda.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 November 2025
Panduan Cerdas Memilih Kost di Bandung: Jangan Hanya Lihat Harga dan Lokasi
Indonesia
Begini Cara UMKM Akses Kredit Program Perumahan Buat Penuhi Target 3 Juta Rumah
Setidaknya ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh UMKM maupun masyarakat untuk bisa mendapatkan KPP.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Oktober 2025
Begini Cara  UMKM Akses Kredit Program Perumahan Buat Penuhi Target 3 Juta Rumah
Indonesia
Setahun Prabowo-Gibran: Program Makan Gratis Prabowo Disorot Tajam, Dianggap Sebagai 'Nasi yang Belum Matang Sempurna'
Kekuatan tanpa partisipasi hanya akan melahirkan efisiensi semu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Setahun Prabowo-Gibran: Program Makan Gratis Prabowo Disorot Tajam, Dianggap Sebagai 'Nasi yang Belum Matang Sempurna'
Bagikan