Berpulangnya Bapak Pembangunan Nasional, Haji Muhammad Suharto
Presiden Kedua Republik Indonesia, Suharto. (Foto: Instagram@jejaksoeharto)
MINGGU siang 27 Januari 2008, Presiden Kedua Indonesia Haji Muhammad Suharto meninggal dunia pada usia 87 tahun di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Mulanya kabar duka tersebut masih berupa kasak-kusuk. Belum ada anggota keluarga, pengacara, pejabat negara, atau anggota tim dokter kepresidenan yang mengonfirmasi wafatnya penguasa era Orde Baru itu. Diketahui sejak Minggu dini hari, kondisi kesehatan Soeharto secara umum terus menurun.
Soeharto pertama kali terserang stroke ringan pada 1999. Ini merupakan gejala awal sebelum berbagai penyakit lainnya menggerogoti tubuhnya. Soeharto tercatat berkali-kali keluar masuk rumah sakit pasca stroke ringan itu. Ketika kondisi purnawirawan jenderal bintang lima itu tak kunjung membaik, hampir seluruh keluarga besar Soeharto berkumpul di lantai 5 Gedung A RSPP. Dugaan mengenai kondisi Soeharto yang semakin kritis kian menyeruak, namun belum ada satu pun konfirmasi tentang kondisi Seoharto.
Baca juga:
Usaha Usmar Ismail Menangkap Kekikukan Kehidupan Bekas Pejuang Setelah Kemerdekaan
View this post on Instagram
Kepastian mengenai wafatnya sang Bapak Pembangunan Nasional akhirnya didapat. Bukan berasal dari lisan anggota keluarga, pengacara, pejabat negara, atau anggota tim dokter kepresidenan, kabar duka tersebut disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sektor Kebayoran Baru Komisaris Dicky Sondani. "Telah berpulang ke Rahmatullah Haji Muhammad Suharto pukul 13.10 WIB. Rencananya akan dibawa ke Cendana, tetapi belum tahu pukul berapa," tutur Dicky.
Berselang sepuluh menit sejak Komisaris Dicky Sondani mengabarkan mengenai wafatnya Suharto, anggota tim dokter kepresidenan dan keluarga besar pun memberikan keterangan resmi. Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono menggelar konferensi pers untuk memberikan konfirmasi mengenai wafatnya Suharto. "Innalillahi wainailaihi rojiun. Telah wafat dengan tenang Bapak Haji Muhammad Suharto pada hari Minggu 27 Januari 2008, pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah SWT dan diampuni dari segala dosa. Amiin," tutur dr Mardjo.
Dalam kesempatan tersebut, hadir juga perwakilan keluarga Cendana. Putri sulung Suharto, Siti Herdianti Rukmana yang ditunjuk sebagai juru bicara dari pihak keluarga. Mbak Tutut didampingi dua adiknya, Sigit Harjojudanto dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Suharto). Mbak Tutut yang tidak mampu menahan air mata pun meminta maaf atas kesalahan ayahnya. "Kami mohon dimaafkan semua kesalahan bapak. Semoga mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah," ujar Mbak Tutut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang ikut mendoakan kesembuhan Suharto dan yang telah menjenguknya. (dim)
Baca juga:
Begini Sejarah Jomlo Susah Jodoh Sampai Bikin Merah Kuping Pemerintah
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Prabowo Berbesar Hati Capaian Stok Beras Nasional Lampaui Era Soeharto
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Menteri HAM Ogah Komentar Detail Soal Gelar Pahlwan Soeharto
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Ubedilah Badrun Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bukti Bangsa Kehilangan Moral dan Integritas
Soeharto & Marsinah Barengan Jadi Pahlawan Nasional, SETARA Institute Kritik Prabowo Manipulasi Sejarah
Aktivis Reformasi Sebut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Bentuk Pengaburan dan Amnesia Sejarah Bangsa
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Pimpinan Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
Klaim tak Ada Bukti Pelanggaran HAM, Fadli Zon Justru Ungkit Jasa Besar Soeharto untuk Indonesia
Momen Presiden Prabowo Subianto Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara