Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan

Bernadya lepas album baru. (Foto: dok/juni records)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah meraih kesuksesan lewat album debut Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, penyanyi dan penulis lagu Bernadya kembali menghadirkan karya terbaru. Album penuh keduanya yang berjudul Semoga Hanya di Mimpi resmi dirilis melalui JUNI Records pada 24 Juni 2026.

Jika banyak orang memilih mencurahkan ketakutan kepada orang terdekat atau menyimpannya sendiri, Bernadya justru menjadikan kegelisahan dan kecemasan sebagai sumber inspirasi utama dalam proses kreatif album ini.

Melalui Semoga Hanya di Mimpi, ia mengeksplorasi berbagai rasa takut yang muncul dalam hubungan percintaan maupun kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari Ketakutan saat Hidup Terasa Baik-Baik Saja

Menurut Bernadya, konsep album ini lahir dari perasaannya yang sulit menikmati ketenangan.

Ia mengaku kerap merasa waswas ketika hidup berjalan baik-baik saja, seolah masa-masa tenang tersebut menjadi pertanda akan datangnya sesuatu yang buruk.

Pemikiran itu kemudian membawanya pada istilah cherophobia, yaitu ketakutan terhadap kebahagiaan karena khawatir kebahagiaan tersebut akan diikuti oleh pengalaman yang tidak menyenangkan.

Perasaan itulah yang kemudian menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh lagu dalam album Semoga Hanya di Mimpi.

Menariknya, proses kreatif album ini justru berlangsung ketika tidak ada peristiwa besar yang terjadi dalam hidup Bernadya. Di tengah rutinitas yang berjalan normal dan berbagai pencapaian yang mulai dapat dinikmati, ia justru merasakan kecemasan yang sulit dijelaskan.

Baca juga:

Bernadya Rilis 'Rabun Jauh', Lagu tentang Harapan yang Tak Terwujud di Tengah Keramaian

Kegelisahan tersebut bahkan sempat memengaruhi proses penulisan lagu. Bernadya mengungkapkan bahwa ia pernah mempertimbangkan untuk mengubah beberapa bagian lirik dalam lagu Laut yang Tenang karena khawatir kalimat-kalimat yang ditulisnya dapat menjadi kenyataan.

Namun pada akhirnya, ia memilih mempertahankan lirik asli karena dianggap paling jujur dalam merepresentasikan kondisi emosional yang sedang dirasakannya saat itu.

Libatkan Banyak Kolaborator

Dalam album keduanya ini, Bernadya juga memperluas lingkaran kolaborasi kreatif dengan menggandeng sejumlah produser dan penulis lagu baru.

Beberapa nama yang terlibat antara lain Enrico Octaviano, Baskara Putra, Dennis Ferdinand, hingga Vega Antares.

Sementara itu, dua kolaborator yang telah lama bekerja bersamanya, yakni Rendy Pandugo dan Petra Sihombing, kembali mengambil bagian dalam proses produksi untuk membantu membentuk karakter musikal album tersebut.

Kehadiran banyak rekan kreatif baru menghadirkan pengalaman berbeda bagi Bernadya. Ia harus beradaptasi dengan berbagai metode kerja dan pendekatan kreatif yang beragam.

Menurutnya, proses tersebut menjadi tantangan sekaligus warna baru yang memperkaya perjalanan kreatif album ini.

Baca juga:

Lirik dan Makna Lagu 'Kita Buat Menyenangkan' dari Bernadya, Menatap Era Baru di 2026

Terinspirasi Musik Indonesia Era 2000-an

Dari sisi musikalitas, Semoga Hanya di Mimpi menawarkan nuansa yang berbeda dibandingkan karya-karya Bernadya sebelumnya.

Album ini banyak terinspirasi oleh musik Indonesia era awal 2000-an dengan dominasi instrumen organik yang dipadukan sentuhan elektronik secara subtil.

Inspirasi tersebut lahir dari ketertarikannya terhadap warna musik pada masa tersebut, termasuk album 18 milik Audy yang cukup sering didengarkannya selama proses penggarapan album.

Meski menghadirkan eksplorasi musikal yang lebih luas, identitas khas Bernadya tetap terasa kuat di sepanjang album.

Vokal lembut yang emosional serta lirik-lirik puitis yang dekat dengan pengalaman sehari-hari masih menjadi kekuatan utama yang membuat karya-karyanya mudah terhubung dengan pendengar.

Melalui Semoga Hanya di Mimpi, Bernadya tidak hanya membagikan cerita tentang cinta dan ketakutan.

Album ini juga mengajak pendengar menyelami kecemasan yang sering kali muncul justru ketika hidup sedang berada dalam fase terbaiknya. (Far)

#Musik #Bernadya #Musik Indonesia #Penyanyi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu ‘Tiba-Tiba Cinta Datang’ Maudy Ayunda, Kisah Jatuh Cinta Mendadak
Lagu “Tiba-Tiba Cinta Datang” dari Maudy Ayunda menggambarkan perasaan cinta yang muncul tanpa diduga dan perlahan mengubah keseharian seseorang.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
Lirik dan Makna Lagu ‘Tiba-Tiba Cinta Datang’ Maudy Ayunda, Kisah Jatuh Cinta Mendadak
ShowBiz
AUFA Temukan Harapan di Tengah Kegelapan lewat Single Terbaru 'Adakalanya'
Lagu ini hadir melalui kerja sama dengan label rekaman demajors sekaligus menjadi pintu pembuka menuju EP terbaru yang tengah dipersiapkan AUFA.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
AUFA Temukan Harapan di Tengah Kegelapan lewat Single Terbaru 'Adakalanya'
ShowBiz
KiiiKiii Bikin Musim Panas Makin Meriah, Single 'Pop Off Pop Off' Ajak Semua Bersuka Ria
KiiiKiii merilis mini album ketiga 'WhyKiiiKiii' dengan title track “Pop Off Pop Off” yang membawa nuansa pesta musim panas penuh energi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
KiiiKiii Bikin Musim Panas Makin Meriah, Single 'Pop Off Pop Off' Ajak Semua Bersuka Ria
ShowBiz
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Single 'Kau yang Utama' Setelah Lama Vakum
Syahrini kembali ke industri musik lewat single 'Kau yang Utama' yang dirilis 6 Agustus 2026. Lagu ini ditulis Dee Lestari dan dikomposisi Andi Rianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Single 'Kau yang Utama' Setelah Lama Vakum
Indonesia
Lirik Lagu Wasting Angels Bagian Perjalanan Musik Post Malone
Lagu ini menghadirkan kolaborasi bersama The Kid LAROI, sehingga mempertemukan karakter vokal keduanya dalam sebuah karya yang menjadi bagian dari perjalanan musik Post Malone.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Agustus 2026
Lirik Lagu Wasting Angels Bagian Perjalanan Musik Post Malone
ShowBiz
9 Lagu Wajib Masuk Playlist Lomba 17 Agustus, Bikin Suasana Makin Meriah
Memilih lagu untuk lomba 17 Agustus? Ada sejumlah lagu nasional hingga musik populer yang bisa membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin semarak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
9 Lagu Wajib Masuk Playlist Lomba 17 Agustus, Bikin Suasana Makin Meriah
ShowBiz
Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'
Dubyouth dan Uncle T menghadirkan 'Favelanesia', kolaborasi yang memadukan baile funk Brasil, Raggamuffin Jamaika, dan keberagaman kultur Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dari Yogyakarta ke Rio de Janeiro, Dubyouth dan Uncle T Satukan Dua Kultur dalam 'Favelanesia'
ShowBiz
Louis LNGSHOT Hadirkan Kisah Jatuh Cinta Perlahan Lewat OST 'Spooky in Love'
Lewat 'All I Can Say Is', Louis LNGSHOT menggambarkan momen ketika seseorang perlahan menyadari bahwa dirinya mulai jatuh cinta.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Louis LNGSHOT Hadirkan Kisah Jatuh Cinta Perlahan Lewat OST 'Spooky in Love'
ShowBiz
Duo Anggrek Gandeng Ecko Show Hadirkan 'Senayan Tanah Abang' dengan Sentuhan Pop Dangdut Modern
Ketika sang abang berusaha meyakinkan lewat berbagai rayuan manis, sedangkan sang adik justru meminta bukti nyata atas keseriusannya.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Duo Anggrek Gandeng Ecko Show Hadirkan 'Senayan Tanah Abang' dengan Sentuhan Pop Dangdut Modern
ShowBiz
HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'
'Early Junk' menjadi wadah bagi lagu-lagu yang sebelumnya berada di luar jalur utama album untuk berkembang menjadi sebuah cerita yang lebih utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
HUSH Tuangkan Kisah Quarter-Life Crisis lewat EP 'Early Junk'
Bagikan