Berimajinasi Bisa Tangkal Pikun
Berimajinasi tak ada salahnya. (Pexels/Elle Hughes)
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia, imajinasi adalah (1) daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang; (2) khayalan. Bukan hal yang asing bila setiap orang pernah berimajinasi, membayangkan dan mengandaikan sesuatu adalah hal yang sering dilakukan oleh banyak orang.
Berimajinasi ternyata memiliki segudang manfaat yang baik bagi diri sendiri serta kehidupan sosial, loh. Berimajinasi tidak selalu harus hal-hal yang besar atau out of the box. Berimajinasi dari hal-hal sederhana sekali pun, seperti kegiatan sehari-hari atau kejadian di sekitar rumah, bisa berdampak baik. Melansir mentalfloss, berikut adalah manfaat baik dari imajinatif.
Baca Juga:
Tangkal pikun
Mengacu pada beberapa penelitian neurologi yang dilansir mentalfloss, berimajinasi dapat menambah lebih banyak neuron di otak. Sehingga, otak dapat menyimpan lebih banyak tambahan informasi. Berimajinasi dalam jangka panjang dapat meningkatkan pencegahan demensia.
Percaya diri
Melatih diri untuk berpikir sebebas mungkin, membuat pikiran dan diri sendiri lebih terbuka menghadapi pandangan-pandangan baru. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah merasa rendah diri karena menyadari bahwa ada berbagai hal di dunia ini yang berbeda-beda. Tentunya dapat menaikan rasa percaya diri dan persepsi pribadi secara tidak langsung.
Pecahkan masalah
Membayangkan sesuatu di waktu senggang bisa membantu diri sendiri untuk lebih mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, berimajinasi akan membuat kita dapatr menemukan banyak cara baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Selain itu, berimajinasi juga akan memberikan gambaran tentang banyak hal yang terjadi di masa depan sehingga bisa mengantisipasi masalah dan menyiapkan solusi.
Baca Juga:
Interaksi sosial
Berimajinasi berarti mampu mencoba menempatkan diri sendiri di posisi orang lain. Kemampuan ini dapat membuat rasa simpati dan empati lebih terasah. Hal ini akan menghindarkan diri sendiri dari konflik dengan teman atau orang sekitar. Pandai berimajinasi juga akan membuatmu lebih bisa mengobservasi ketika berkenalan dengan orang baru.
Irit
Percaya atau tidak, bersikap imajinatif bisa mengantarkan seseorang ke banyak tempat dan berbagai suasana. Misalnya, kamar dan ranjang yang sederhana bisa diubah untuk sesaat menjadi kamar hotel bergantung pada imajinasi kamu. Selain itu, berimajinasi dapat membuat seseorang menjadi kreatif untuk mewujudkan bayangannya dengan cara dan hal-hal sederhana. Dengan begitu, seseorang tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk merasakan sesuatu. (mcl)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo