Berhenti Gunakan Kata Ganti untuk Penis dan Vagina, Bun!

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 14 April 2022
Berhenti Gunakan Kata Ganti untuk Penis dan Vagina, Bun!

Menerangkan nama kelamin (Foto: Pexels/Nicola Barts)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENDIDIKAN seks masih menjadi hal yang tabu di Indonesia. Para orang tua masih enggan untuk menjelaskan detil tentang organ reproduksi dan bagaimana fungsinya. Yang lebih parahnya, mereka enggan menyebut alat kelamin sesuai nama sebenarnya.

Alih-alih menyebut 'penis' para orang tua lebih nyaman menyebutnya 'burung'. Demikian pula pada vagina di anak perempuan. Mereka menganggap, alat kelamin sebagai benda yang jorok dan menjijikan. Menyebutnya sama dengan tindakan yang tidak sopan.

Baca Juga:

Fakta di Balik Susah Tidur Saat Puasa

kelamin
Menjelaskan alat kelamin dan fungsinya (Foto: Pexels/Nicola Barts)

Dari berbagai organ tubuh, mengapa hanya alat kelamin yang dianggap tidak sopan dan memalukan? Infant-Toodler Specialist, Endinda Krista mengatakan, penggunaan kata-kata yang lebih halus untuk menggantikan nama kelamin justru bisa menimbulkan kebingungan dalam diri si kecil.

"Kalau kita menggunakan kata lain yang dianggap lebih halus karena kita merasa malu. Anak akan belajar bahwa beberapa anggota tubuhnya memalukan dan mereka tidak patut dibicarakan," urainya.

Di satu sisi, kita tentu ingin anak memahami bahwa tubuhnya berharga dan mereka perlu melindunginya. Tapi di sisi lain, itu bertentangan dengan akar yang kita tanamkan, bahwa anggota tubuh mereka memalukan.

"Justru ketika anak mampu menyebutkan nama anggota tubuhnya dengan nama aslinya mereka mendapatkan lebih banyak hal positif. Salah satunya, bisa menjelaskan keluhan ke dokter atau orang tua apabila mereka merasa sakit atau tidak nyaman di bagian tertentu," jelasnya.

Baca Juga:

Atasi Keluhan Kesehatan saat Puasa dengan Cara-cara Ini

ibu
Jelaskan nama kelamin bukan perbuatan memalukan loh, bun! (Foto: Pexels/Daria Obymaha)

Yang lebih membahayakannya lagi, kalau anak malu menyebutkan anggota tubuh (alat kelamin) adalah menimbulkan potensi pelecehan seksual.

"Mereka enggak akan cerita kalau ternyata ada orang yang pegang-pegang bagian tubuh (alat kelamin) tersebut karena merasa itu memalukan," lanjutnya.

Hal berbeda justru terjadi jika kita terbiasa memakai nama sebenarnya untuk alat kelamin. Anak akan leluasa menyebutkan nama kelamin. Itu sama dengan memberikan perlindungan ekstra dan meminimalisir kemungkinan anak menjadi korban pelecehan seksual.

Menjelaskan anak tentang anggota tubuh, termasuk alat kelamin juga memupuk body positivity pada anak. Anak juga akan lebih percaya diri dan terbuka untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. Diskusi antara orang tua dan anak pun berjalan lancar.

Yuk, mulai sebut penis dan vagina dengan benar bun! (avia)

Baca Juga:

Ada Risiko Lain dari Memuji Anak Pintar

#Seks #Anak #Anak-anak #Anak Pintar #Anak Kecil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Bagikan