Berharap Bantuan Tak Lagi Ditolak Warga Nduga, Kemensos: Niat Kami Tulus

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 08 Oktober 2019
Berharap Bantuan Tak Lagi Ditolak Warga Nduga, Kemensos: Niat Kami Tulus

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat (dua dari kiri) berfoto bersama perwakilan warga Nduga, Selasa (8/12). ANTARA/Desi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Sosial berharap bantuan dari pemerintah untuk warga Nduga, Papua bisa diterima oleh mereka dan tidak ditolak lagi.

"Kami belajar dari penolakan terdahulu, kami harap tidak ada penolakan lagi, niat kami tulus," ujar Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Wamena, Selasa (8/10).

Baca Juga:

Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata di Timika, Satu TNI Gugur

Bantuan itu diberikan kepada warga Nduga menyusul konflik bersenjata yang terjadi di daerah tersebut pada awal 2019. Pendistribusian bantuan langsung dari Kemensos lalu ke dinsos provinsi dan dinsos kabupaten dengan menggunakan pesawat kargo komersil.

Bantuan yang ada di gudang tersebut merupakan bantuan tahap dua dan tiga yang sebelumnya sudah disiapkan namun belum terdistribusi ke masyarakat Nduga.

"Bantuan selanjutnya sedang disiapkan, kalau nanti ada usulan lainnya, silahkan diusulkan," ucap Harry.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, Kemensos berupaya mendistribusikan bantuan pada akhir Juli 2019 namun belum tersalurkan karena ada berbagai kendala, padahal bantuan sudah tiba di gudang dinsos di Wamena.

Bantuan Kementerian Sosial untuk warga Nduga di gudang Wamena, Papua (ANTARA/Desi Purnamawati)

Selain masalah data yang belum valid, pendistribusian bantuan juga terkendala keterbatasan sarana transportasi maupun personil. Sedangkan bantuan dari Kemensos senilai Rp3,68 miliar sudah berada seluruhnya di gudang logistik dinsos setempat.

Perwakilan warga distrik Kroptak Pina Gwijangge mengatakan, bantuan diharapkan langsung didistribusikan oleh Kemensos bersama dinas sosial. "Kementerian langsung yang bawa kita tetap terima," tambah dia.

Sebelumnya Sekretaris daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge memperkirakan ada sekitar 39 ribu warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat TNI polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019.

Baca Juga:

Sudah 15 Ribu Pengungsi Keluar dari Wamena Pasca Kerusuhan

Para pengungsi tersebut tersebar antara lain di Wamena, Kenyam, Timika, dan ada juga di hutan-hutan. Sejumlah media massa memberitakan ada ratusan pengungsi Nduga yang meninggal dunia karena kelaparan.

Namun berdasarkan data pemkab dan Kemenkes sebanyak 53 orang pengungsi korban konflik Nduga di Papua meninggal selama Desember 2018 hingga Juli 2019 karena usia dan sakit serta berbagai faktor lainnya.

"Data pemkab dan Kemenkes yang sudah divalidasi, 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya.Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian," kata Harry Hikmat.

Lebih lanjut Sekretaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge menegaskan ke 53 data korban meninggal dunia tersebut hasil dari pendataan dan investigasi di 11 distrik yang terdampak konflik. "Data itu dari awal konflik bukan saat terjadi pengungsian," tegas Namia.

Baca Juga:

Kapolda Benarkan Puluhan Pekerja Dibantai Kelompok Bersenjata di Papua

Dia merincikan dari 53 orang yang meninggal tercatat anak-anak sebanyak 23 orang, 20 orang dewasa dan sisanya lansia. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto bahwa mereka belum mendapatkan informasi adanya 130 orang pengungsi yang meninggal.

"Terkait 130 orang meninggal karena kelaparan kami belum dapat info. Ada sekitar 53 orang yang meninggal bukan karena kelaparan tapi ada yang sakit dan faktor lainnya," jelas Chandra. (*)

#Papua #Mensos
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan