Bergaji Tinggi, Pemerintah Ingin Optimalkan Penempatan Kerja di Kapal Pesiar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 April 2025
Bergaji Tinggi, Pemerintah Ingin Optimalkan Penempatan Kerja di Kapal Pesiar

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani dalam kunjungan ke Cruise Oceania Insignia yang bersandar di Tanjung Benoa, Bali, Sabtu (26/4/2025). (ANTARA/HO-KP2MI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia memiliki peluang untuk mengoptimalisasikan penempatan pekerja migran dan calon pekerja migran d sektor hospitality dan kapal pesiar.

Pernyataan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani saat mengunjungi Cruise Oceania Insignia yang bersandar di Tanjung Benoa, Bali.

"Ke depan, pemerintah melihat sektor ini perlu untuk lebih dioptimalkan," kata Wamen Christina, sebagaimana rilis pers KemenP2MI di Jakarta, Sabtu.

Wamen Christina berbincang dengan perwakilan kapal yang sebagian besar bekerja sebagai petugas kebersihan, petugas dapur dan bar di kapal pesiar yang mengangkut 670 wisatawan asing itu.

Baca juga:

Realisasikan 1,7 Juta Pekerja Migran Terampil, Kementerian P2MI MoU Bareng UNS

Saat ini, terdapat 70 pekerja migran Indonesia yang bekerja di kapal pesiar mewah milik Norwegian Cruise Line tersebut.

Ia menegaskan, hospitality dan kapal pesiar juga merupakan pekerjaan yang menjanjikan karena memiliki gaji besar dan jenjang karier menjanjikan, termasuk perlindungan bagi mereka yang bekerja di sektor tersebut.

Namun, ia mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri untuk memantau informasi seputar lowongan pekerjaan melalui jalur resmi dan prosedural.

Salah satunya adalah melalui laman Siskop2mi yang ermuat informasi dokumen apa saja yang harus disiapkan untuk bekerja di luar negeri atau mengunjungi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di Bali.

"Kita ingin membuka lebih banyak peluang untuk anak-anak muda kita, calon pekerja migran Indonesia untuk berkarir prosedural di luar negeri. Jangan mudah tergiur dengan lowongan gaji besar dan tidak prosedural, yang berujung masalah di kemudian hari," katanya. (*)

#Pekerja Migran #Pekerja Migran Indonesia #Kapal Pesiar
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
MMEA Malaysia menemukan 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Perak. Sebanyak 23 selamat dan 16 meninggal dunia. Operasi pencarian resmi ditutup, jenazah diserahkan ke polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
Indonesia
Tragedi Kapal PMI Ilegal Malaysia, DPR RI Desak Investigasi Sindikat Maut dan Perlindungan Negara
Puluhan ribu anak PMI ilegal kini kehilangan hak pendidikan dan identitas kewarganegaraan karena status orang tua mereka yang tidak sah.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Tragedi Kapal PMI Ilegal Malaysia, DPR RI Desak Investigasi Sindikat Maut dan Perlindungan Negara
Dunia
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Enam penumpang terakhir, yakni empat warga Australia, satu warga Inggris, dan satu warga Selandia Baru, serta beberapa awak kapal turun dari kapal.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Penumpang Terakhir Tinggalkan MV Hondius yang Dilanda Hantavirus, 25 Kru dan 2 Tenaga Medis masih Tertahan di Kapal
Indonesia
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
MV Hondius membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari 23 negara. Kapal itu berangkat dari Argentina dan melintasi Samudra Atlantik
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Otoritas Kesehatan Global Berupaya Menekan Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar
Dunia
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Sebelum kapal bertolak, tiga orang di dalam MV Hondius dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban
Dunia
MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Kapal pesiar berbendera Belanda ini sebelumnya tertahan tanpa bisa berlabuh di Tanjung Verde, tujuan akhir kapal ini.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
  MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary
Dunia
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah karena penyakit ini biasanya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
 Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Sebut Risiko bagi Publik Rendah
Dunia
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia
Hantavirus telah dikonfirmasi pada kasus warga Inggris berusia 69 tahun yang saat ini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Kasus Kedua Terkonfirmasi setelah 3 Meninggal Dunia
Dunia
3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus
Hantavirus biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat melalui kotoran, air liur, atau urine.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
3 Tewas dalam Pelayaran Kapal Pesiar Atlantik, Diduga Wabah Hantavirus
Indonesia
Belajar dari Taiwan, DPR Ingatkan Bekal Skill dan Sosial PMI Harus Diperkuat
Keberhasilan penempatan pekerja migran tidak hanya ditentukan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga kesiapan sosial, budaya, dan komunikasi antarbangsa.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Belajar dari Taiwan, DPR Ingatkan Bekal Skill dan Sosial PMI Harus Diperkuat
Bagikan