Berbagai Program dari 'I Am Stuned' Jadi Sorotan Mata Internasional

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 12 Desember 2022
Berbagai Program dari 'I Am Stuned' Jadi Sorotan Mata Internasional

Banyak program dari 'I Am Stuned' yang menginspirasi mata dunia. (Foto: Merahputih.com/Noel Hutasoit)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA menjadi sorotan Internasional dalam konferensi bertemakan Meet The World Make The Change yang diselenggarakan di kota Denhaag dalam rangka puncak peringatan hari jadi Nuffic yang ke-70.

Acara puncak peringatan hari jadi Nuffic tersebut diselanggarakan pada tanggal 1 Desember 2022 di kota Denhaag, dengan dihadiri oleh Ratu Belanda, Queen Maxima; Direktur Jenderal Nuffic Global, Ms. Titia Bredee, serta sejumlah petinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri Belanda.

Baca juga:

10 Universitas Tertua di Dunia, Salah Satunya Terkait Ekspedisi Hindia Belanda

Ketua I Am Stuned, Immanuel Hutasoit. (Foto: Merahputih.com/Noel Hutasoit)

Peran dan sumbangsi alumni Belanda di Indonesia menjadi sorotan dan mendapatkan perhatian khusus oleh para peserta konferensi. Dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Senin (12/12) Ketua Ikatan Alumni Stuned (Studeren in Nederlan) Immanuel Hutasoit berkesempatan menjadi pembicara dalam sesi tajuk ‘Knowledge Ambassador of Dutch Higher Education’.

“Alumni memiliki peran penting sebagai ‘jembatan yang hidup’ dalam mewujudkan kondisi global yang lebih baik, serta mendukung hubungan baik kedua negara (Indonesia dan Belanda),” ungkap Immanuel.

Ikatan Alumni Stuned atau yang lebih dikenal sebagai ‘I Am Stuned’ didirikan dengan latar belakang pemikiran, bahwa potensi dan kontribusi alumni selama ini masih berupa mozaik yang tersebar dan belum terintegrasi dalam satu wadah. Sehingga peran strategis alumni untuk turut memberikan sumbangsih bagi negeri masih belum maksimal.

“Oleh karenanya, dengan pengorganisasian yang lebih serius bagi alumni Stuned yang berjumlah lebih dari 4.500 orang, diharapkan bahwa peran alumni bagi masyarakat Indonesia lebih dapat dirasakan,” lanjut Immanuel.

Walaupun baru berumur empat tahun, namun ‘I Am Stuned’ telah menjalankan beberapa program yang tidak hanya mengundang keaktifan para alumni. Mereka juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa program yang berhasil dieksekusi di antaranya: memberikan dukungan APD (alat pelindung diri) secara gratis kepada sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Jakarta dan sekitarnya di masa awal pandemi COVID-19. Kemudian menyatakan dukungan bagi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk memasukkan pendidikan anti korupsi dalam kurikulum Indonesia.

Tak hanya itu, para alumni juga memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang studi di Belanda, serta sejumlah seminar dan pengkajian sederhana terhadap isu-isu fundamental yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia dan alumni Stuned pada khususnya.

Baca juga: Pesan KPK untuk I Am StuNed Ketika Tren Pelaku Korupsi Semakin Muda

“Pada intinya, keberadaan alumni sebagai jembatan yang hidup, harus turut mewujudkan dan menjembatani kemajuan bagi masyarakat Indonesia,” pungkas alumni The Hague University Belanda yang juga akrab disapa dengan panggilan Noel tersebut.

Pada sesi akhir konferensi pada sesi diskusi, perwakilan alumni dari beberapa negara menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi apa yang sudah diterapkan oleh ‘I Am Stuned’ serta berniat untuk mempelajari lebih dalam tentang pembentukan dan pengelolaan asosiasi sejenis. Di antaranya adalah alumni dari Afrika Selatan, alumni dari Mesir, alumni dari Benin serta dari regional MENA (Middle East and North Africa).

Dalam rangkaian peringatan ke-70 Nuffic tersebut, Immanuel selaku Ketua I Am Stuned sekaligus Head of International Relations Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, juga turut berbicara dalam forum Indonesia Now 2022 dengan tema: Indonesia – Netherlands collaboration in the field of legal and law related education. Indonesia Now merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempererat kolaborasi antara Indonesia dan Belanda, serta mendalami peran penting Indonesia di kawasan Pasifik. (far)

Baca juga:

Ketua Alumni Stuned Desak Belanda Usut Tuntas Kasus Perkosaan Pelajar Indonesia

#Pendidikan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Berita Foto
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Suasana penyerahan donasi berupa mejad dan kursi daur ulang kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA Al Rahmah di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Dukung Pendidikan Berkelanjutan, UOB Salurkan Meja-Kursi Daur Ulang ke Sekolah Al-Rahmah
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Indonesia
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
SPMB 2026/2027 disiapkan untuk memastikan setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan berkualitas.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
SPMB DKI Tampung 245.980 Murid, Disdik Pastikan tak Ada Pungutan Biaya
Indonesia
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Hingga saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah dari TK hingga SMA
Indonesia
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
KPK mengungkapkan bahwa penerimaan murid baru di sekolah masih diwarnai pungli. Temuan ini pun cukup miris.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
KPK Ungkap 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Indonesia
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Kebijakan tersebut masih perlu dikaji termasuk kajian terhadap perangkat guru yang akan mengajar.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Daripada Wajibkan Belajar Bahasa Prancis, DPR Minta Prabowo Fokus Benahi Persoalan Pendidikan Tanah Air
Indonesia
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Mendiktisaintek menjelaskan penutupan 122 program studi pada 2026 dilakukan atas usulan kampus. Mayoritas bertransformasi menjadi lebih relevan dengan industri dan teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Mendiktisaintek: 122 Prodi Ditutup pada 2026, Mayoritas Bertransformasi Sesuai Kebutuhan Industri
Indonesia
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Hal itu justru akan membuat para guru dan siswa terkaget-kaget sekaligus heran, serta akan merasa sangat terbebani.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Perhimpunan Guru Sanggah Keinginan Presiden Prabowo Jadikan  Bahasa Prancis jadi Mata Pelajaran di Seluruh Sekolah, Tenaga Pengajar belum Siap
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Indonesia
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru kebijakan pendidikan Indonesia dengan menginstruksikan agar bahasa Prancis dipelajari di seluruh jenjang sekolah.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Tahun Lalu Portugis, Prabowo Kini Instruksikan Semua Sekolah Belajar Bahasa Prancis
Bagikan