Pesan KPK untuk I Am StuNed Ketika Tren Pelaku Korupsi Semakin Muda
Ketua I Am StuNed Immanuel Hutasoit (tengah) bersama Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono di Gedung KPK. (I Am StuNed for MerahPutih.com)
MerahPutih.com - Ikatan Alumni Studeren in Nederland (I Am StuNed) mengunjungi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (13/12). Kedatangan mereka adalah untuk menyatakan dukungan terkait rencana dimasukkannya kurikulum antikorupsi di setiap level pendidikan.
“Kurikulum yang kreatif dan inovatif tentang anti korupsi tentu saja akan memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa,” kata Ketua I Am StuNed Immanuel Hutasoit di gedung KPK kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa Noel itu menjelaskan secara singkat bahwa I Am StuNed merupakan organisasi alumni pelajar Indonesia di Belanda. Dimana mereka mendapatkan beasiswa hasil kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda.
Kedatangan I Am StuNed itu diterima langsung olah Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono.
Di hadapan Giri dan pejabat KPK lainnya, Noel menegaskan bahwa I Am StuNed mendukung penuh KPK untuk terus memberantas dan mencegah korupsi di Tanah Air. Sebagai organisasi yang beranggotakan lebih dari 4500 alumni, I Am StuNed bertekad berpartisipasi aktif dalam mengkampanyekan gerakan antikorupsi.
“Kami akan berbicara lantang menentang korupsi dan mempraktikkan gerakan antikorupsi dengan mengedepankan transparansi, integritas, dan akuntabilitas,” ujar alumni Fakultas Ekonomi Unair dan The Hague University itu.
Dalam kesempatan tersebut, Giri membagikan ilmu dan pengalamannya selama 13 tahun mengabdi di KPK. Di hadapan 40 orang perwakilan I Am StuNed, Giri mejelaskan arti penting KPK bagi masa depan Indonesia. Apalagi KPK adalah satu-satunya lembaga yang berfokus pada pemberantasan korupsi.
“KPK telah berhasil menaikan indeks persepsi korupsi Indonesia sebesar 20 poin, dimana angka kenaikan tersebut adalah yang tertinggi dibanding dengan kinerja lembaga antikorupsi di negara-negara lain,” kata Giri disambut tepuk tangan.
Dia lantas mengingatkan kepada I Am StuNed bahwa trend pelaku korupsi sekarang telah bergeser kepada pelaku muda usia.
"Karenanya, penting untuk dipahami bahwa keterlibatan setiap warga negara dalam lingkup keluarga, komunitas, bisnis dan usaha adalah krusial dalam menyebarluaskan pemahaman dan semangat antikorupsi di Indonesia,” imbuhnya.
Giri pun berpesan kepada I Am StuNed yang didominasi para pemuda untuk terus ikut berperang melawan korupsi.
Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Azis Nurwahyudi yang merupakan penasehat I Am StuNed juga berpesan bahwa para alumni Belanda inilah diplomat yang sesungguhnya bagi hubungan diplomasi Indonesia dengan Belanda.
“Dimana pada tahun 2019 akan memasuki peringatan 70 tahun hubungan Indonesia-Belanda,” kata Azis.
Azis menantang para alumni untuk memberikan sumbangsih nyata bagi hubungan kedua negara melalui karya nyata di bidang keahlian masing-masing.
Turut hadir dalam acara tersebut, Indy Hardono dan Monique Soesman selaku Scholarship Coordinator Nuffic Neso dan perwakilan dari penerima beasiswa pemerintah Australia. (*)