Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (ANTARA/AA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela mati-matian kampanye militer negerinya di Iran, Gaza, dan tempat lain di Timur Tengah dalam pidatonya di Majelis Umum PBB. Padahal, sebelumnya, puluhan delegasi walkout sebagai bentuk protes saat ia naik ke panggung. Netanyahu bersumpah untuk terus bertempur.

“Kami akan menang. Kami tidak punya pilihan lain,” tegasnya.

Saat menanggapi aksi walkout tersebut, ia malah mengejek para delegasi dengan sebutan pengecut moral. "Jika ada penakut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan keluar sekarang,” ujarnya.

Pemimpin Israel tersebut juga menolak tuduhan bahwa Israel sedang melakukan genosida di Gaza.

Baca juga:

Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

Beberapa jam sebelumnya, dalam sebuah pesan rekaman, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan kepada PBB bahwa kebijakan-kebijakan Israel, khususnya soal perluasan ilegal permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki, mengancam kehidupan dan keberadaan rakyat Palestina di tanah air mereka.

Ia juga mengatakan hal itu membahayakan solusi dua negara. Hal itu merupakan formula perdamaian yang didukung secara internasional antara Israel dan Palestina.

Abbas mengatakan rakyat Palestina menjadi sasaran pembunuhan, penghancuran, kelaparan, dan upaya pengusiran, serta perang genosida di Gaza oleh militer Israel. Pemimpin Palestina tersebut menyampaikan pidatonya pada pertemuan tahunan itu melalui tautan video karena ia ditolak mendapatkan visa masuk ke AS.

Baca juga:

Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser

Serang Erdogan, tapi Puji Trump



Netanyahu, yang menjadi sasaran surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang, melancarkan serangan tajam terhadap negara-negara dan para pemimpin yang mengkritiknya.

"Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil ini, melakukan kolonialisme. Kolonialisme macam apa? Dan siapa yang menuduh kami? Di antara mereka ialah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, merekalah yang menciptakan istilah itu," katanya.

Ia melanjutkan dengan melabeli Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai ‘tiro’ (penguasa lalim), serta menuduhnya mendukung kelompok bersenjata Palestina, Hamas. Erdogan menyampaikan kepada PBB pada hari Selasa bahwa ketidakadilan yang dihadapi mereka yang berada di Gaza dan Tepi Barat sangat melukai nurani kemanusiaan.

Komentar Netanyahu memicu tanggapan keras dari Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran. Seperti dilansir Anadolu, Durang menyebut penggunaan podium Majelis Umum PBB oleh PM Israel untuk melontarkan tuduhan tak berdasar terhadap Turki dan Erdogan tidak selaras dengan cita-cita perdamaian, hukum, dan dialog PBB.

Wali Kota New York City yang berhaluan kiri, Zohran Mamdani juga tak luput dari kritik sang pemimpin Israel. Mamdani sebelumnya berjanji akan menangkap Netanyahu, tapi kemudian menyatakan tidak memiliki wewenang untuk melakukannya. “Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman di New York," ujar PM Israel tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Mamdani menyebut Netanyahu menggunakan pidatonya untuk mengulang kebohongan tak berdasar yang bertujuan menyucikan aksi genosidanya terhadap rakyat Palestina.

Namun, Netanyahu malah berterima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas kepemimpinannya yang berani, merujuk pada serangan udara yang dilancarkan bersama oleh AS dan Israel terhadap Teheran pada Februari. "Israel dan Amerika bertindak bersama bukan hanya untuk melindungi diri kita sendiri, tetapi untuk menyelamatkan peradaban," katanya.(dwi)

Baca juga:

Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel

#Benjamin Netanyahu #Sidang PBB #PM Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Saat menanggapi aksi walkout tersebut, ia malah mengejek para delegasi dengan sebutan pengecut moral.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi Menlu Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York. Cek agenda lengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Dunia
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Gerakan Hizbullah Lebanon siap mematuhi gencatan senjata jika Israel berhenti menyerang seluruh wilayah Lebanon.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Hizbullah Siap Berdamai Tapi Juga Siap Lawan Israel Jika Bombardir Pinggiran Beirut
Indonesia
Ben-Gvir Pamer Video Aktivis Global Sumud Flotilla Berlutut dan Diikat, Netanyahu Ikut Bereaksi
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video penahanan aktivis Global Sumud Flotilla. Netanyahu menilai perlakuan tersebut tidak sesuai norma Israel.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Ben-Gvir Pamer Video Aktivis Global Sumud Flotilla Berlutut dan Diikat, Netanyahu Ikut Bereaksi
Bagikan