Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - 2 jam, 17 menit lalu
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. ANTARA/Anadolu/Mustafa Hatipoglu.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai penjahat perang terkait konflik di Gaza.

Pernyataan tersebut disampaikan Sheikh Mohammed dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan pada Selasa (29/9).

Baca juga:

Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral

Ia mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.

Yang bertanggung jawab atas hal itu adalah penjahat perang. Rumah sakit telah menjadi sasaran, sekolah telah menjadi sasaran. Apa pun pembenaran dan argumennya, tidak ada yang dapat membenarkan hal itu,

ujar Sheikh Mohammed.

Qatar Tetap Lanjutkan Upaya Mediasi

Baca juga:

Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Sheikh Mohammed menegaskan Qatar tidak akan menghentikan peran diplomatiknya.

Menurut dia, Qatar tetap melihat jalur diplomasi dan komunikasi tertutup sebagai salah satu cara untuk membuka peluang penyelesaian konflik.

Kami berusaha sebaik mungkin memberikan masukan terbaik kepada Pemerintah AS mengenai cara mencapai solusi, serta kepada pihak Iran,

katanya.

Singgung Serangan Israel ke Doha

Baca juga:

IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan

Sheikh Mohammed juga menyinggung serangan Israel ke Doha pada 9 September 2025. Serangan tersebut menargetkan pejabat Hamas yang berada di Qatar dalam rangkaian perundingan dan menewaskan lima anggota Hamas serta seorang petugas keamanan Qatar.

Kami diserang oleh Israel ketika sedang melakukan mediasi. Netanyahu telah melewati batas,

ujar Sheikh Mohammed.

Ia menyebut serangan terhadap negara mediator sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menilai tindakan tersebut semakin memperumit upaya diplomasi.

Qatar sendiri dalam beberapa bulan terakhir terus menempatkan diri sebagai mediator dalam berbagai upaya diplomatik di Timur Tengah. Pemerintah Qatar sebelumnya juga menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi bagian penting dari upaya meredakan konflik regional.

#Qatar #Israel #Benjamin Netanyahu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - 2 jam, 17 menit lalu
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Olahraga
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Tak sekadar menang telak 3-0 di UEFA Nations League, skuad Republik Irlandia tunjukkan 4 aksi solidaritas berani bela Gaza untuk permalukan Israel!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Dunia
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Saat menanggapi aksi walkout tersebut, ia malah mengejek para delegasi dengan sebutan pengecut moral.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Benjamin Netanyahu Bela Aksi Militer Israel di Forum PBB, Sebut Delegasi yang Walkout sebagai Pengecut Moral
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
ShowBiz
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
IMDb mengubah data sejumlah film Israel menjadi Occupied Palestinian Territories. Namun, distribusi Israel mengajukan keberatan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Dunia
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
Aksi persekusi dipimpin langsung oleh provokator Propemerintah Mordechai David dan Roy Star.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Ekstremis Sayap Kanan Israel Persekusi Orangtua Pembuat Film Dokumenter Palestina 'Naza'
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Bagikan