MerahPutih.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diterpa tuduhan skandal baru, usai media pemerintah Iran, Press TV, membongkar dugaan skenario operasi bendera palsu (false flag) pembajakan pesawat komersial asal Uni Emirat Arab (UEA) guna menyeret Amerika Serikat ke dalam medan perang baru melawan Teheran.
Rencana konspirasi tingkat tinggi itu disinyalir berkaitan erat dengan insiden mencekam yang menimpa penerbangan maskapai flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv, Rabu (30/9) lalu.
Pesawat komersial itu terpaksa melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi usai terjadi pertumpahan darah di dalam kokpit.
Baca juga:
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Motif Politik Domestik Israel Misi Rahasia di UEA
Press TV mengungkapkan laporan intelijen regional menyebutkan skenario pembajakan rekayasa ini disepakati dalam kunjungan rahasia tiga hari Netanyahu ke UEA bersama pejabat tinggi militer serta intelijen Israel untuk merancang aksi teror yang nantinya bakal ditimpakan sebagai kesalahan Iran.
Operasi itu dibahas dan disepakati selama kunjungan rahasia Netanyahu ke Uni Emirat Arab selama tiga hari sebelum insiden penerbangan tersebut terjadi,
Sumber Intelijen Regional dari laporan eksklusif Press TV.
Laporan yang sama menyebutkan langkah nekat Netanyahu ini disinyalir tak lepas dari kepanikan politik dalam negeri Israel. Dikutip Antara, PM Israel itu sangat mengkhawatirkan prospek kehancuran koalisinya menjelang pemilihan parlemen yang mendatang.
Sumber yang sama menyebutkan tujuan dari operasi bertajuk bendera palsu itu untuk menyeret Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam perang lain melawan Iran dan menyelamatkan posisi koalisi politik Netanyahu.
Baca juga:
Pesawat Komersial 174 Penumpang Mendarat Darurat dengan Selamat
Eskalasi tuduhan ini memuncak hanya sehari usai pesawat flydubai bernomor penerbangan FZ1073 yang mengangkut 174 penumpang terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz di Kota Tabuk, Arab Saudi.
Otoritas penerbangan Arab Saudi mengonfirmasi kapten dan kopilot mengalami luka-luka serius akibat pertikaian fisik di dalam kokpit. Imbas pertikaian itu, akhirnya pihak maskapai memutuskan menangguhkan seluruh rute penerbangan menuju dan dari Israel.
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional Arab Saudi langsung membuka penyelidikan resmi guna mengungkap seluruh fakta hukum seputar insiden mencekam di atas udara tersebut,
tulis keterangan otoritas penerbangan Arab Saudi.