MerahPutih.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya mengakibatkan sejumlah anak sungai Bengawan Solo di Kabupaten Sragen meluap.
Lima kecamatan di Bumi Sukowati tergenang banjir pada Jumat (6/3) ini, yakni Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan genangan terjadi di 11 desa di 5 kecamatan, Dampak terparah di Kecamatan Ngrampal yakni; Desa Bener. Sedangkan di Kecamatan Sidoharjo; di wilayah Desa Sidoharjo, Sribit dan Pandak dengan ketinggian air 30-45 cm.
Kemudian di Kecamatan Masaran; Desa Pringanom, Kecamatan Sambungmacan; Desa Banaran. Serta di Kecamatan Sragen Kota; Kelurahan Kedungupit, Karangtengah dan Desa Tangkil.
Baca juga:
BMKG Prediksi Kemarau Lebih Cepat dan Panjang Usai La Niña Berakhir
"Di Desa Bener, tepatnya di RT 24, 25, dan 26, tercatat ada 83 unit rumah yang terendam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Total warga terdampak di lokasi tersebut mencapai 43 KK atau sekitar 160 jiwa," kata Triyono.
Secara keseluruhan, total dampak banjir di Kabupaten Sragen mencakup rumah terendam 84 unit. Sedangkan warga terdampak 84 KK atau 283 Jiwa. Wilayah terdampak 5 Kecamatan, 11 Desa/Kelurahan, dan 20 RT.
Meskipun banyak rumah yang terendam, Triyono memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Mayoritas air hanya menggenangi akses jalan desa dengan ketinggian bervariasi antara 10 cm hingga 50 cm.
"Tidak ada masyarakat yang dievakuasi, ini pagi tadi cuma anak-anak yang mau berangkat sekolah kita bantu dengan perahu," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)