Bengawan Solo Meluap, 5 Kecamatan di Sragen Terendam Banjir

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 Maret 2026
Bengawan Solo Meluap, 5 Kecamatan di Sragen Terendam Banjir

Petugas BPBD Sragen evakuasi warga terdampak banjir. (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya mengakibatkan sejumlah anak sungai Bengawan Solo di Kabupaten Sragen meluap.

Lima kecamatan di Bumi Sukowati tergenang banjir pada Jumat (6/3) ini, yakni Kecamatan Ngrampal, Sragen, Sidoharjo, Masaran, dan Sambungmacan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, mengatakan genangan terjadi di 11 desa di 5 kecamatan, Dampak terparah di Kecamatan Ngrampal yakni; Desa Bener. Sedangkan di Kecamatan Sidoharjo; di wilayah Desa Sidoharjo, Sribit dan Pandak dengan ketinggian air 30-45 cm.

Kemudian di Kecamatan Masaran; Desa Pringanom, Kecamatan Sambungmacan; Desa Banaran. Serta di Kecamatan Sragen Kota; Kelurahan Kedungupit, Karangtengah dan Desa Tangkil.

Baca juga:

BMKG Prediksi Kemarau Lebih Cepat dan Panjang Usai La Niña Berakhir

"Di Desa Bener, tepatnya di RT 24, 25, dan 26, tercatat ada 83 unit rumah yang terendam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Total warga terdampak di lokasi tersebut mencapai 43 KK atau sekitar 160 jiwa," kata Triyono.

Secara keseluruhan, total dampak banjir di Kabupaten Sragen mencakup rumah terendam 84 unit. Sedangkan warga terdampak 84 KK atau 283 Jiwa. Wilayah terdampak 5 Kecamatan, 11 Desa/Kelurahan, dan 20 RT.

Meskipun banyak rumah yang terendam, Triyono memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Mayoritas air hanya menggenangi akses jalan desa dengan ketinggian bervariasi antara 10 cm hingga 50 cm.

"Tidak ada masyarakat yang dievakuasi, ini pagi tadi cuma anak-anak yang mau berangkat sekolah kita bantu dengan perahu," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#BMKG #Banjir #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Mau bepergian minggu ini? Cek dulu prakiraan cuaca Indonesia dan potensi hujan sepekan periode 25-28 September 2026. Hati-hati ada ancaman angin kencang!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
Awas Angin Kencang! Cek Potensi Hujan & Prakiraan Cuaca Indonesia 25-28 September 2026
Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
BMKG Prakirakan Musim Hujan Indonesia Berlangsung November-Desember
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
BMKG mencatat lebih dari 61 persen wilayah Indonesia masih kemarau. Bantul mengalami 131 hari tanpa hujan, musim hujan diprediksi mulai November-Desember 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Lebih dari 61 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau, Bantul 131 Hari Tanpa Hujan
Indonesia
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November-Desember 2026. Awalnya tak serentak dan sejumlah daerah diprediksi terlambat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Datang Terlambat di Banyak Wilayah Indonesia
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
anjir bandang terjang Solok akibat hujan lebat 94 mm/hari. BMKG sebut peringatan dini sudah dikeluarkan 7 hari sebelum bencana.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Hantam Solok, BMKG: Peringatan Sudah Sejak Seminggu Lalu
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bagikan