Benah-Benah Korps Bhayangkara Pasca 'Gempa Lokal' Kepulangan Rizieq

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 17 November 2020
Benah-Benah Korps Bhayangkara Pasca 'Gempa Lokal' Kepulangan Rizieq

Gedung Mabes Polri (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Senin 16 November, Kapolri Jenderal Idham Azis mencopot sejumlah Kapolda grade A di Pulau Jawa. Perombakan mendadak jajaran korps Bahyangkara ini terjadi selang sepekan setelah Rizieq Shihab pulang ke Indonesia, Selasa (10/11). Pencopotan diakui terkait rangkaian kegiatan pentolan FPI itu yang memicu kerumunan massa di tengah pandemi COVID-19 sepekan terakhir.

Tercatat mereka yang terdepak antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahradi. Sebaliknya, Kapolda Jawa Timur Irjen Fadil Imran ditarik mengisi kursi Metro-1 sebutan untuk Kapolda Metro dan Asisten Logistik (Aslog) Kapolri Irjen Ahmad Dofiri ditunjuk jadi Kapolda baru Jabar.

Baca Juga:

Kegiatan Rizieq Shihab Juga Berimbas Terhadap Nasib 2 Kapolres

'Gempa lokal' di tubuh korps Bhayangkara pasca-kepulangan Rizieq turut menyeret pencopotan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto dan Kapolres Bogor AKBP Ronald Ronaldy. Keduanya kena semprit Kapolri lantaran dianggap gagal mengawal protokol kesehatan sejumlah kegiatan pentolan FPI itu.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan aktivitas Rizieq melatarbelakangi perombakan jabatan berdasarkan Surat Telegram (ST) Nomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020. "Bahwa ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan maka diberikan sanksi berupa pencopotan. Yaitu Kapolda Metro Jaya, kemudian yang kedua Kapolda Jawa Barat," kata dia, Senin (16/11).

Efek Rizieq

Kapolri
Kapolri Jenderal Idham Azis (MP/Kanugraha)

Sejak kepulangan Rizieq tercatat sedikitnya ada 5 titik kerumunan massa ribuan orang yang mengabaikan protokol kesehatan. 'Dosa' Kapolda Metro Jaya mungkin berawal dari pengerahan puluhan ribu orang penjemput Rizieq di Bandra Soekarno-Hatta Selasa pekan lalu.

Massa kembali bergerombol memadati pertemuan di kediaman Rizieq, Petamburan Tanah Abang Jakarta Pusat. Parahnya, kejadian kembali terulang saat ceramah perayaan Maulud Nabi di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/11). Terakhir, lagi-lagi terjadi kerumunan massa mengabaikan protokol kesehatan di acara hajatan pernikahan anak pentolan FPI itu di kediamannya, Sabtu (14/11).

Adapun Irjen Rudy dan AKBP Ronald kena semprit karena 'khilaf' saat acara ceramah Rizieq di Masjid Raya Markaz Syariah DPP FPI, Desa Kuta, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11). Kala itu ribuan orang tumpah ruah mulai dari Simpang Gadog hingga lokasi. Massa bergerombol tanpa jarak aman dan tanpa memakai masker. Mentah-mentah mengabaikan protokol kesehatan COVID-19 yang selama ini dijalankan publik dan digaungkan pemerintah.

Baca Juga:

Geram Jokowi Berujung Pencopotan Dua Jenderal Polisi

Langkah cepat Kapolri mencopot anak buahnya mendapat pujian dari publik. Menurut Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, sanksi internal ini sudah tepat merujuk imbauan Kapolri agar jajaran Polri bersikap tegas dalam menindak kegiatan masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. "Mereka (Kapolda dan Kapolres) ceroboh membiarkan kerumunan massa dalam kasus Rizieq Shihab," ujar dia, Selasa (17/11).

Meski mengapresiasi, Pengamat kepolisian Universitas Krisnadwipayana Sahat Dio menambahkan tak bisa disalahkan bila publik juga melihat kebijakan pencopotan ini terkesan mencari kambing hitam. Apalagi, kata dia, narasi aparat tebang pilih terhadap kelompok tertentu dalam pemberlakuan protokol kesehatan di kasus Rizieq sudah terlanjur menggema.

Malah, lanjut Sahat, muncul pandangan artis Nikita Mirzani lebih polisi dari polisi karena berani mengkritik keras pelanggaran protokol kesehatan massa FPI dan Rizieq menjadi buah bibir di media sosial.

"Kebijakan Idham diambil di tengah sorotan terhadap seluruh aparatur pemerintah, baik penegak hukum maupun aparatur sipil, terhadap 'pembiaran' pelanggaran protokol kesehatan oleh Rizieq dan pendukungnya," tutur dia, Senin (16/11).

Reserse 'Penjinak' Rizieq

Rizieq shihab
Massa pendukung Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

Meski begitu, Sahat dan IPW sama-sama berharap kasus kerumunan Rizieq ini menjadi pelajaran Polri menjadi lebih baik. Minimal, kata Sahat, ke depan Polri tidak lagi kendur dalam menindak. Sedangkan, IPW menekankan pencopotan Kapolda Metro dan Jabar ini harus menjadi pecut jajaran Polri lainnya berani menindak dan membubarkan aksi kerumunan massa di saat pandemi.

Ketegasan itu, kata Neta, sekaligus menepis skeptis publik bahwa Polri hanya tegas menindak pelanggaran protokol kesehatan di masyarakat bawah, tetapi pelaku dari kalangan pejabat atau tokoh tidak tersentuh. Menurut dia, kini saatnya Polri membuktikan tidak lagi hanya 'tajam ke atas tumpul ke bawah'.

“Jika mereka tidak berani bersikap tegas, siap-siap mereka ditindak tegas dan dibubarkan atasannya,” tutup Neta.

Baca Juga

Kegiatan Rizieq Shihab Juga Berimbas Terhadap Nasib 2 Kapolres

Penunjukan Irjen Rudy Sufahradi sebagai Metro-1 sebetulnya memberikan nafas positif dalam upaya penegakan hukum di wilayah Ibu Kota. Fadil berlatar belakang reserse dan bukan nama baru di lingkungan Polda Metro. Pada 2016, dia pernah menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Metro Jaya ketika masih berpangkat Kombes.

Terkait 'gempa lokal' di Polri dan trauma insiden kerumunan FPI, penunjukan Fadli bisa menjadi terapi kejut bagi Rizieq dan massanya. Apalagi, lulusan Akpol 1991 itu pernah menangani kasus berkaitan dengan Habib Rizieq Shihab pada 2017. Dia yang menetapkan Rizieq dan Firza sebagai tersangka kasus baladacintarizieq. Kasus itu merupakan kasus dugaan chat mesum antara Rizieq Syihab dan Firza Husein.

Perkara baladacintarizieq pula yang secara tidak langsung membuat Rizieq 'mengungsi' ke Arab Saudi kala itu, meskipun polisi telah sudah menerbitkan surat penghentian penyidikan (SP3) kasus sejak 2018. Rekam jejak yang tentu bakal membuat massa FPI dan Rizieq berpikir ulang untuk nekat melanggar protokol kesehatan selama Fadli menjadi sebagai Kapolda Metro nantinya. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Periksa Panitia Penyelenggara Acara Rizieq Shihab

#Polri #Rizieq Shihab
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Irjen Agus Wijayanto hadir menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing, yang kini mendapatkan amanah baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Profil Irjen Agus Wijayanto, Kapolda Bangka Belitung Baru yang ‘Ditakuti’ Polisi Bermasalah
Indonesia
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini ditunjuk mengisi pucuk pimpinan Polda Kaltara guna menggantikan Irjen Agus Wijayanto.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Sosok Brigjen Andi Syahriful Taufik, Pakar SDM Polri yang kini Jabat Kapolda Kaltara
Indonesia
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Brigjen Anom Setyadji ditunjuk menjadi Wakabaintelkam Polri melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026. Simak rekam jejak kariernya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Indonesia
Brigjen Aries Syahbudin Ditunjuk Jadi Kakorlantas Polri, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Brigen Aries Syahbudin baru saja ditunjuk jadi Kakorlantas Polri. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Brigjen Aries Syahbudin Ditunjuk Jadi Kakorlantas Polri, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tunjuk Komjen Prof Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya baru. Cek profil lengkap dan rekam jejak akademisnya di sini!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
 Profil Komjen Dadang Hartanto, Profesor UMSU Sang Kapolda Metro Jaya Baru
Indonesia
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Masuk Babak Baru, 3 Bos Perusahaan Ditetapkan Tersangka
Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kecelakaan KM Virgo Transport 8. Ketiganya kini sudah ditahan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 Masuk Babak Baru, 3 Bos Perusahaan Ditetapkan Tersangka
Indonesia
Wakapolri Tegaskan Pengusaha tak Perlu Takut Preman, Polri Jamin Kepastian Hukum
Polri memastikan akan memberikan perlindungan dan kepastian hukum agar kegiatan usaha tetap berjalan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wakapolri Tegaskan Pengusaha tak Perlu Takut Preman, Polri Jamin Kepastian Hukum
Indonesia
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
SETARA Institute mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai persoalan lama dan memastikan reformasi Polri menyentuh akar masalah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Dihadapkan pada Pekerjaan Rumah Lama Polri, SETARA Institute Ungkap Masalahnya
Indonesia
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Pertukaran ini dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sehari setelah resmi menjabat pada 2 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Rotasi 19 Kapolda, dari Metro Jaya hingga Sulawesi
Indonesia
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kapolri Baru Rotasi 88 Pati dan Pamen, Ganti Kapolda Metro
Bagikan