Beluga Caviar, Telur Ikan Langka yang Harganya Setara Berlian

Misdam -Misdam - - Sabtu, 12 Juli 2014
Beluga Caviar, Telur Ikan Langka yang Harganya Setara Berlian

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bisnis Ekonomi MP - Bumbu dapur merupakan salah satu elemen terpenting dalam memasak dan menyajikan menu pilihan super lezat. Jangan salah, meski terkenal murah, beberapa bumbu dapur ternyata sangat langka dan membuat harganya melejit.

Bahkan beberapa menu masakan yang menggunakan bumbu tersebut akhirnya dibanderol dengan harga sangat tinggi. Sebut saja caviar jenis Beluga.

Caviar yang biasa digunakan sebagai bumbu atau pelengkap makanan utama itu berasal dari ikan sturgeon yang terkenal. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan ikan sturgeon sudah ada sejak zaman dinosaurus.

Sejauh ini, calivar jenis beluga merupakan yang termahal di dunia. Terang saja, harganya mencapai US$ 10 ribu per Kilogram atau setara Rp 115,87 miliar/Kg (kurs: 11.587/US$).

Berikut ulasan mengenai caviar jenis beluga (beluga caviar) yang terkenal sangat mahal di dunia seperti dikutip dari Toouncommon.com, mentafloss.com, dan gourmet.com serta sejumlah sumber lainnya, Jumat (11/7/2014):

  • Apa Itu Beluga?

Caviar merupakan telur ikan sturgeon yang merupakan spesies langka. Terdapat tiga jenis caviar yang paling sering dikonsumsi yaitu beluga, sevruga dan osetra caviar.

Dibandingkan semuanya, beluga merupakan telur ikan sturgeon terbesar dari spesies Huso huso. Bayangkan saja, 15 persen dari berat utuhnya sebesar 400 pound merupakan terlus.

Beluga memiliki tekstur yang sangat halus seperti krim dan kaya rasa. Kelangkaannya membuat beluga caviar dihargai jauh lebih tinggi dibandingkan caviar lainnya.

  • Dijual Dengan Harga Tinggi

Demi merasakan cita rasa beluga caviar, banyak pecinta kuliner yang harus rela merogoh uang dalam jumlah besar. Maklum, beluga caviar bukan bumbu penyedap atau pelengkap makanan biasa mengingat harganya mencapai Rp 115,87 miliar per kilogram.

Makanan utama apapun yang menggunakan beluga caviar sebagai salah satu bahannya tentu akan dibanderol dengan harga tinggi.

Karena harganya yang sangat tinggi juga, beluga caviar bahkan disebut sebagai komoditas mewah hingga disetarakan dengan berlian, mobil olahraga dan karya seni klasik.

Salah satu masakan termahal di dunia juga menggunakan beluga caviar sebagai bahan masakannya. Memasak menggunakan beluga caviar, sang koki memasang harga hingga US$ 3.200 dolar per piring untuk karinya.

  • Sangat Langkah

Ikan sturgeon merupakan salah satu spesies ikan paling tua yang telah hidup sejak zaman dinosaurus. Ikan-ikan sturgeon telah hidup selama ratusan tahun dan masih bertahan hingga saat ini.

Bertahan selama ribuan tahun di lautan, ikan sturgeon kini sangat mahal. Sedangkan beluga carviar berasal dari salah satu spesies langka tersebut.

Hanya 100 ikan yang bisa ditangkap setiap tahunnya. Sedangkan sturgeon membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk menjadi dewasa.

Beluga caviar juga memiliki warna yang bermacam-macam mulai dari biru hingga hitam. Warna telur yang paling bercahaya merupakan yang paling mahal.

Untuk mendapatkan beluga caviar, para nelayan memancing ikan sturgeon dengan hati-hati menggunakan jaring. Lalu ikan-ikan tersebut dibawa ke laboratorium.

Tak langsung dibedah, ikan tersebut dianestesi tersebut dulu. Proses yang keliru akan mempengaruhi telur-telur ikan yang kemudian menjadi beluga caviar tersebut.(Sis/Nrm)(sumber/liputan6.com)

#Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai tingginya imbal hasil instrumen keuangan belum cukup menopang rupiah. Ia mendorong BI mengubah bauran kebijakan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Ekonom Dorong BI Kurangi Ketergantungan SRBI untuk Perkuat Stabilitas Rupiah
Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Bagikan