Belasan Polisi Diperiksa Buntut Kericuhan Berdarah di Wamena

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 27 Februari 2023
Belasan Polisi Diperiksa Buntut Kericuhan Berdarah di Wamena

Aksi pembakaran yang dilakukan massa di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (23/2). (ANTARA/HO/Dokumen Pribadi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah anggota polisi diperiksa terkait kasus kericuhan di kawasan Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kericuhan yang terjadi pada Kamis (23/2) itu diketahui menewaskan 12 warga sipil.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menuturkan, anggota Polri yang diperiksa merupakan anggota yang terlibat langsung dalam kericuhan di Sinakma, Wamena.

Baca Juga:

13 Orang Ditangkap karena Terlibat Kerusuhan Berdarah di Wamena

Tak tertutup kemungkinan terdapat anggota Polri lainnya yang diperiksa nantinya.

"Sementara sudah 16 anggota kita yang diperiksa Propam, namun jumlah ini mungkin akan bertambah," ungkap Irjen Fakhiri kepada wartawan , Senin (27/2).

Menurut Fakhiri, belasan anggota Polri tersebut diperiksa terkait protokol penanganan aksi kericuhan di Wamena yang menyebabkan tewasnya 12 warga sipil.

"Tentunya akan diperiksa semua, mulai dari awal kejadian, saat negosiasi, hingga kericuhan pecah."

"Apakah langkah yang diambil anggota kita sudah benar atau tidak tentunya akan dibuktikan lewat pemeriksaan dan penyidikan Propam," tambah dia.

Baca Juga:

Kerusuhan Wamena Dipicu Isu Penculikan

Fakhiri menegaskan, tak segan menindak para anggota yang terbukti melanggar protokol.

"Pasti kita tindak sesuai aturan yang ada bila mereka melanggar aturan," tegas Kapolda.

Sementara itu, 13 orang yang sebelumnya diamankan karena diduga sebagai pelaku pembakaran dan provokator massa telah dipulangkan.

Ia tidak mau ada pihak yang memanfaatkan isu dari penahanan 13 orang itu membonceng dan mem-blow up persoalan ini menjadi persoalan-persoalan lain.

"Sehingga kami mengambil jalan tengah. Nantinya kita akan menerbitkan DPO untuk para pelaku tersebut," beber Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, kericuhan terjadi di Kelurahan Sinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis 23 Februari 2023. Kericuhan tersebut dipicu adanya isu penculikan anak.

Warga yang termakan isu mencoba menghakimi dua orang yang diduga pelaku penculikan. Saat polisi datang di TKP dan mengajak massa menyelesaikan masalah tersebut di Polres Jayawijaya, mereka menolak dan mulai menyerang aparat.

Akibat aksi ricuh tersebut, dilaporkan 12 warga sipil meninggal dunia dan 23 orang terluka. (Knu)

Baca Juga:

150 Kendaraan Terjebak Kubangan Lumpur di Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan