Belasan Kegiatan Seni dan Budaya Siap digelar di Kabupaten Sleman DIY
Kabupaten Sleman mulai menggeliat dengan kegiatan kesenian. (Foto: Unsplash/Wendy Winarno)
BELASAN Kegiatan Seni Siap digelar di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah status PPKM di wilayah ini turun menjadi level 3. Kegiatan seni akan dimulai pada tanggal 10 September.
Kepala Bidang Kesenian, Dinas Kebudayaan Sleman, Siswanto,menyebutkan kegiatan ini akan berlangsung tersebar di beberapa tempat dan menjalankan prokes COVID-19.
Baca Juga:
"Bulan September ini banyak kegiatan. Baik yang ada di bidang kesenian. Maupun di bidang peninggalan budaya, nilai dan tradisi," kata dia melalui keterangan pers di Sleman Yogyakarta, Rabu (8/9).
Rencana ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan disambut antusias oleh para seniman. Karena selama ini pandemi membuat kegiatan seni dan budaya macet. Ia melanjutkan banyak seniman merindukan beraktivitas dan berkreativitas. Ia merinci, kegiatan dibidang kesenian di mulai pada 10-12 September.
Bentukannya adalah pentas seni di gedung kesenian atau gedung serbaguna yang berada di sebelah barat Pasar Denggung.
"Kegiatan apapun di gedung kesenian syaratnya harus vaksin. Jadi, seniman dan senimawati semuanya harus sudah divaksin. Ini agar tidak terjadi hal yang tidak kita diinginkan," paparnya.
Kegiatan selanjutnya, lomba lukis Kyoto yang akan digelar pada 14 - 17 September. Peserta lomba rutin tahunan ini adalah murid tingkat TK, SD, SMP hingga SMA. Masing-masing tingkatan 40 peserta, sehingga keseluruhan ada 160 peserta
Para peserta cukup mengambil kertas kemudian melukis di rumah masing-masing. Setelah melukis kemudian hasilnya diserahkan dan dinilai.
Baca Juga:
"Dinas hanya menerima hasil lukisan tanpa melukis di tempat. Jadi tidak terjadi kerumunan," kata dia.
Kegiatan selanjutnya adalah festival Ketoprak tingkat Kabupaten dan Kapanewon (kecamatan). Festival ini digelar tertutup tanpa penonton. kegiatan akan dilangsungkan di gedung Serbaguna selama 9 hari, yakni tanggal 18 - 26 September.
Kegiatan akan dilanjutkan dengan festival teater pada 27-28 September. Pesertanya adalah perwakilan dari 17 kecamatan. Di samping kegiatan seni yang teragenda, ada juga kegiatan seni di masyarakat berupa pembinaan sanggar seni di Sendangtirto, Berbah.
Seiring kegiatan di bidang kesenian, Dinas Kebudayaan pada Bulan September ini juga menggelar kegiatan di bidang peninggalan budaya, nilai dan tradisi. Siswanto melanjutkan kegiatan tersebut berbentuk upacara adat. Ada tiga kegiatan yang akan digelarbYaitu upacara adat Saparan Wonolelo, Saparan Bekakak dan Mocopat di tiap Kecamatan.
"Upacara adat digelar tanpa ramai-ramai. Hanya kegiatan inti saja. Kirab tidak ada," jelas Siswanto.
Ia berharap PPKM di Sleman terus mengalami penurunan level sehingga seniman-seniman kembali dapat beraktivitas dan berkreativitas. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel