Belajar Hidup Sehat dari Yeri Red Velvet

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 25 Mei 2021
Belajar Hidup Sehat dari Yeri Red Velvet

Berolahraga sebelum memulai pemotretan. (Foto: Soompi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BELAJAR hidup sehat sebenarnya mudah, hanya saja perlu niat dan seseorang yang membangkitkan semangat. Kamu mungkin bisa belajar dari personel grup idola Red Velvet, Yeri, yang membagikan cerita dan rahasianya untuk memulai gaya hidup sehat lewat olahraga dan makanan bergizi.

Mengutip Soompi, Yeri mengatakan salah satu olahraga yang ia tekuni adalah Pilates karena membuatnya lebih segar dan berenergi sebelum menjalani aktivitas dan kesibukan lainnya.

“Saya melakukan Pilates. Saya harus berolahraga sebelum pemotretan. Itu sudah menjadi kebiasaan. Saat pikiran dan tubuh saya siap, saya merasa lebih segar dan bernergi. Tentu saja, saya juga sudah sarapan,” kata Yeri.

Yeri juga berbagi bagaimana bentuk olahraga menjadi titik balik baliknya ketika berusia awal dua puluhan.

Baca juga:

Tren Hidup Sehat Tahun 2020

Belajar Hidup Sehat dari Yeri Red Velvet
Banyak perubahan terjadi dalam diri Yeri. (Foto: Soompi)


“Ketika instruktur Pilates saya pertama kali melihat saya, mereka mengatakan saya terlihat depresi. Saya mengalami masa sulit secara emosional saat itu. Saya pikir olahraga akan semakin sulit jika semakin banyak berkeringat, tetapi setelah berolahraga demi hari saya berpikir bahwa itu ‘menyegarkan’ daripada ‘melelahkan’,” ucap Yeri.

Setelah mengikuti kebiasaan tersebut, ternyata banyak perubahan yang terjadi pada diri Yeri, salah satunya pikiran dan tubuh terasa lebih stabil. Yeri juga mengonsumsi minuman yang ia buat sendiri dengan mencampurkan ghee, minyak kelapa, dan susu almond.

“Saya juga minum detox water yang berisi buah-buahan begitu saya bangun. Ini adalah metode yang direkomendasikan oleh instruktur Pilates saya,” tambahnya.


Menurut Yeri, ada tiga prioritas yang paling penting saat berolahraga, yakni pakaian, ruangan untuk berolahraga, dan suasana yang nyaman. Demi menjaga pola makan dan tubuh, Yeri juga memasak makanannya sendiri.

Baca juga:

Pola Hidup Sehat Ampuh Cegah Gagal Ginjal

Belajar Hidup Sehat dari Yeri Red Velvet
Mengonsumsi salad demi tubuh yang sehat. (Foto: Unsplash/Hermes Rivera)

“Baru-baru ini saya juga membuat salad. Saya makan salad dengan arugula, alpukat, tomat, santan, minyak, dan keju mozarella,” tuturnya.

Meski dulu ia berasumsi bahwa hidangan penuh sayuran itu tidak berasa, Yeri mengatakan bahwa pola pikirnya suatu hari berubah ketika ia makan makanan instan dan berpikir ia benar-benar mencintai diri sendiri dengan melakukan ini.

“Setelah berolahraga dan makan sebagian besar makanan sehat, saya mulai tertarik secara alami pada perawatan kulit, jadi saya melakukan masker wajah setiap hari,” tutupnya. (and)

Baca juga:

Pola Hidup Sehat tak Melulu Tentang Asupan Makanan

#Yuri #Selebriti #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan