Kesehatan

Tren Hidup Sehat Tahun 2020

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 Januari 2020
Tren Hidup Sehat Tahun 2020

Tren hidup sehat tahun 2020 mengejar kualitas bukan kuantitas. (Foto: Pexels/Jonathan Borba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TREN hidup sehat sudah berkembang satu dekade belakangan ini. Masyarakat semakin menyadari hidup sehat membangunnya dari lingkungan dan diri sendiri. Diet dan olahraga adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Tentunya dengan perkembangan ini masyarakat juga mengatur keseimbangan dengan baik. Mulai dari sentuhan secara fisik maupun mengikuti perkembangan hidup sehat melalui online.

Baca Juga:

Masih Pakai Styrofoam untuk Makan? Awas Risiko Kesehatan di Baliknya


Menurut pelatih kebugaran yang berbasis di Austin, Francheska Martinez yang dilansir dari Instyle, masyarakat menyadari bahwa bukan kuantitas yang diperlukan namun kualitas yang paling penting. Meski sedikit hasilnya namun mendatangkan kesehatan.

1. Diet mediterania

diet mediterania
Diet mediterania masih akan menjadi tren di tahun 2020. (Foto: Unsplash/Elli O.)


Diet mediterania dianggap paling mudah dilakukan. Diet ini disarankan bagi pengidap diabetes. Diet mediterania berfokus mengurangi konsumsi daging merah, gula dan lemak jenuh. Kemudian memperbanyak konsumsi ikan dan minyak zaitun yang kaya omega 3.


2. DASH

dash untuk pengidap darah tinggi
Diet bagi pengidap hipertensi. (Foto: Pexels/Pixabay)

DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension sangat disarankan bagi pengidap tekanan darah tinggi. Diet ramah bagi orang hipertensi ini memiliki prinsip yang sederhana saja. Orang hanya disarankan mengonsumsi sayur, buah, dan makanan yang memiliki kalori rendah. Kemudian mengurangi makanan yang memiliki kalori tinggi dan membatasi asupan garam. Studi menyebutkan bahwa diet ini bisa menurunkan tekanan darah tinggi hanya dalam waktu hitungan minggu.


3. Terapi

terapi hidup sehat
Bukan hanya mengejar kekuatan fisik saja, melainkan melatih mental. (Foto: Pixabay/5132824)


Jika dulu kita selalu terpaku pada latihan fisik, tren saat ini cenderung pada aktivitas yang lebih menenangkan dan menuju pada proses pemulihan. Seperti terapi flotasi, cryotherapy, dan recovery IVs semuanya akan jadi bagian dari gaya hidup yang dijalani banyak orang di tahun 2020.

Baca Juga:

Sering Membunyikan Sendi Tulang? Ini Dampaknya

4. Mengejar nutrisi

mengejar nutrisi
Mendapatkan nutrisi dari makanan. (Foto: Pexels/Mister Mister)


Tahun 2020 ini, menjadi sehat tidak harus menjadi vegan. Justru lebih memanfaatkan konsumsi makanan untuk mendapatkan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Bukan dosa bila makan daging karena memiliki nutrisi yang baik dan diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

5. Basis online

olahraga basis online
Olahraga berbasis online. (Foto: Pexels/theformfitness)

Tahun 2020, banyak perempuan yang merencanakan melakukan aktivitas fisik dengan basis online. Mereka bergabung pada layanan online berbasis langganan, untuk mendapatkan akses untuk memperoleh lima hingga tujuh latihan per minggu dibandingkan latihan di gym. (Bfm)


Baca Juga:

Makanan Pedas Enak sih, Tapi...

#Kesehatan #Makan Sehat #Makanan Sehat #Tips Kesehatan #Selamat Pagi Januari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan