Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Bekas Napi Teroris Jalani Pelatihan Jadi Petani Kopi di Jatim

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Agustus 2022
Bekas Napi Teroris Jalani Pelatihan Jadi Petani Kopi di Jatim

Para eks napi teroris tengah mengikuti bimbingan menjadi petani kopi lahan milik Densus 88 di Agrowisata Pacet Hill, Mojokerto. (Foto: Kemenkum HAM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Densus 88 Anti Teror, Polri dan Perhutani serta Kanwil Kemenkumham Jatim menggelar program penyuluhan untuk mantan teroris.

Kali ini, 25 mantan napi teroris di bawah bimbingan Bapas Kediri, Bapas Surabaya dan Bapas Malang menjadi petani kopi dibimbing menjadi petani kopi.

Baca Juga:

34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia kepada NKRI

Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji memparkan, saat ini status mereka masih sebagai klien pemasyarakatan sebab bebas dengan mekanisme integrasi seperti pembebasan bersyarat (PB).

Ia menambahkan, dengan status bersyarat tersebut, mereka yang bebas melalui program PB masih wajib mengikuti sistem bimbingan program dari Bapas.

"Ya salah satunya dengan pelatihan kemandirian di bidang pertanian. Program ini menjadi bekal para klien pemasyarakatan eks teroris agar memiliki keahlian mengelola produk pertanian,” tegas Zaeroji.

Untuk lahan sarana kerja bagi klien pemasyarakatan eks teroris ini, tersedia lahan dengan luas area 64 hektare. Untuk 23 hektare di antaranya sudah tertanami pohon kopi jenis arabika. Lahan kopi seluas 23 hektare ini diolah dan dijaga oleh klien pemasyarakatan eks teroris.

Kadiv Pemasyarakatan Teguh Wibowo memaparkan, para peserta bimbingan dibagi empat kelompok. Setiap kelompok berkewajiban mengikuti pembimbingan pengelolaan perkebunan kopi.

"Setiap kelompok wajib ke kebun seminggu sekali untuk memperoleh pengetahuan dan teknik pengolahan kopi. Mulai proses penanaman, perawatan tanaman, hingga peluang bisnis kopi. Program yang berjalan sejak 2 Februari 2022 lalu rencananya akan terus dikembangkan," imbuhnya.

Selain itu, mereka mengikuti pembinaan kemandirian di lapas. Namun, hanya bagi mereka yang sudah berikrar setia kepada NKRI untuk bisa ikut program lanjutan.

"Ini jadi program untuk menguatkan dan memperkaya wawasan, sehingga semakin siap ketika bebas nanti," ungkap Teguh.

Ia mengatakan, langkah ini akan mempercepat proses integrasi sosial. Setidaknya para klien pemasyarakatan eks teroris ini bisa diterima kembali oleh masyarakat.

Proses pembimbingan kali ini memanfaatkan lahan milik Densus 88 di Agrowisata Pacet Hill, Mojokerto. Untuk memastikan program berproses, dilakukan pengawasan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembimbingan. (Andika Eldon / Jawa Timur)

Baca Juga:

Kisah Mantan Napi Terorisme Beri Pelatihan Pertanian dan Peternakan untuk Santri

#Terorisme #Napi Teroris
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Dunia
Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Polisi menyatakan ayah dan anak tersebut tidak menjalani pelatihan atau melakukan ‘persiapan logistik’ di Filipina untuk serangan pada 14 Desember.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
  Polisi Sebut Terduga Penembak di Bondi Bertindak Sendiri, tanpa Pelatihan di Filipina
Indonesia
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Pelaku menggunakan akun email milik mantan pacarnya dan mengaku sebagai dirinya. Hal ini dilakukan untuk mengelabui agar identitas aslinya tak terlacak.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Lamarannya Ditolak, Jadi Motif Mahasiswa Informatikan Bikin Teror ke Sekolah
Dunia
Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Akram juga menghadapi 40 dakwaan menyebabkan luka berat dengan niat membunuh, serta satu dakwaan melakukan tampilan publik simbol organisasi teroris terlarang.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
 Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan
Bagikan