ICE 2020

Begini Persiapan Ketat Mikael Jasin untuk Berkompetisi di ICE 2020

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 25 Januari 2020
Begini Persiapan Ketat Mikael Jasin untuk Berkompetisi di ICE 2020

Mikael Jasin siap mengikuti ICE 2020 (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI orang awam, ia mungkin hanyalah sosok pria tampan dengan tubuh atletis. Namun, bagi para pencinta kopi di tanah air, nama Mikael Jasin lebih dari itu. Ia telah membawa industri kopi tanah air ke level selanjutnya. Saat ini dirinya tengah bersiap-siap untuk berkompetisi di Indonesia Barista Championship (IBC) 2020 pada ajang Indonesia Coffee Events (ICE) 2020 yang dihelat pada Februari 2020 mendatang di Gedung Smesco, Jakarta.

Secara mengejutkan, sebelumnya pria yang akrab disapa Miki itu berhasil membawa Indonesia menduduki peringkat empat di World Barista Championship (WBC) 2019, ajang lanjutan IBC 2019 pada ICE 2019. Setelah sebelumnya hanya puas di peringkat 30. Melejitnya posisi Indonesia tak lepas dari keseriusannya dalam mengolah biji kopi.

Baca juga:

Puluhan Peserta IBC dan IBRC Siap Bertanding di ICE 2020

Kedisiplinan adalah kunci utama keberhasilan Miki. Setiap harinya, ia berkomitmen untuk menggunakan 18 jam sehari untuk melakukan kegiatan yang produktif. "Dulu kan saya kerjanya nine to five, jadi saya harus benar-benar disiplin membagi waktunya," jelasnya saat ditemui di coffee shop miliknya di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Waktu 18 jam tersebut digunakan untuk bekerja harian, satu jam olahraga, dua jam perjalanan rumah ke kantor, dan sebaliknya. Lalu, enam jam untuk latihan persiapan kompetisi kopi. "Enam jam itu saya manfaatkan untuk nyobain kopi, ngolah kopi, dan segala macam," tambahnya.

Mendekati waktu kompetisi ICE 2020, Miki 'menggembleng' dirinya lebih keras lagi. "Kalau sudah mau kompetisi sudah ngga ada main atau jalan-jalan lagi. Saya mendisiplinkan diri saya untuk latihan," tutur Miki.

Di kompetisi IBC 2020 nanti, ada dua aspek yang menjadi penilaian, pengolahan biji kopi dan cara barista mempresentasikan sajian kopinya. "Saya selalu membagi waktu enam jam saya dengan seimbang, tiga jam untuk berlatih teknik mengolah kopi, dan tiga jam berikutnya untuk latihan presentasi," ucapnya

Mendekati hari H, ia lebih serius lagi mempersiapkan dirinya. Ia mengevaluasi dirinya sendiri. Jika dirasa ada aspek yang kurang, ia akan lebih mempergunakan waktunya untuk meminimalisir kekurangan tersebut.

"Kalau sudah mulai dekat waktunya dilihat apa yang salah dan apa yang masih kurang. Misalnya masih kurang eksplorasi kopinya maka saya harus lebih eksplorasi. Alokasi waktunya paling lama di bagian ekplorasi kopi sementara latihan untuk presentasi dua jam saja," bebernya.

Baca juga:

ICE 2020 Segera Dihelat, Hadirkan 5 Kategori Kompetisi Kopi

Pencarian Kopi Yang Begitu Panjang

Miki sudah melakukan persiapan selama setahun (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Semua orang yang ingin mengikuti ajang kompetisi barista di ICE 2020 tentu akan mengeksplorasi berbagai varietas kopi. Jika biasanya mereka mencari biji kopi jelang kompetisi, Miki telah melakukannya setahun sebelum kompetisi di mulai. "Jadi begitu waktu kompetisi sudah dekat, tinggal menentukan mau pakai kopi apa," ujarnya.

Bicara tentang survey varietas kopi, sebagian kompetitor mungkin akan langsung fokus mencari varietas unggul kopi agar bisa tampil unggul pula di ajang kompetisi. Tak demikian dengan Miki. Bukan hanya varietasnya saja, Miki juga fokus pada proses pengolahan kopi dan mencari kopi yang ada ceritanya.

Tak hanya memilih karakteristik kopi dengan cara yang berbeda dari orang pada umumnya, Miki juga kerap kali melakukan hal yang bertolak belakang dari barista pada umumnya. "Rata-rata mereka mulai dari milih biji kopi lalu menentukan temanya. Kalau saya sih selalu mulainya dari cari tema yang ingin saya angkat, Misalnya tahun lalu tema saya fermentasi, saya cari kopi yang proses fermentasinya interesting baru dibreakdown," bebernya panjang lebar.

Miki menilai cara tersebut memudahkan dirinya saat hari kompetisi tiba. Dengan memilih topik tertentu, opsi kopi pun lebih banyak. "Kopi itu kan produk agriculture, enak atau tidak enaknya tergantung penyimpanan, pengolahan, dan banyak hal lainnya. Menurut saya kalau kita mencari topik dulu lebih fleksibel. Jika tiba-tiba harus ganti kopi santai saja. Selama kopi yang menggantikan cocok dengan tema, oke saja," ungkapnya.

Tak Pelit Ilmu

Miki amat rendah hati dan tak pelit ilmu (Foto: MP/Leonard GI)

Menjadi juara di IBC 2019 dan meraih peringkat empat di WBC 2019 tak membuatnya besar kepala. Ia justru semakin merangkul rekan-rekannya sesama barista. Dirinya acapkali membagi ilmunya dalam mengolah biji kopi terbaik di Barista Guild Indonesia.

Ketika membagi ilmunya di Barista Guild Indonesia, dirinya sadar bahwa di hadapannya ada calon kompetitornya di kompetisi barista. Namun Miki tetap excited membagi pengetahuannya akan kopi.

"Buat apa sih pelit ilmu? Toh juga ngga selamanya saya ada di industri ini. Kita harus bangun ekosistem yang oke dulu supaya industri kopi di Indonesia meningkat," jelasnya.

Dengan rendah hati Miki juga mengatakan bahwa keberhasilannya masuk empat besar di WBC 2019 hanyalah indikasi kesuksesan Indonesia secara umum. "Saya rasa kemarin walaupun bukan saya yang bertanding Indonesia tetap akan menduduki posisi keempat karena memang industri kopi kita lagi melesat banget," tukasnya rendah hati. (avia)

Baca juga:

Menikmati Olahan Kopi dari Barista Dunia, Mikael Jasin

#KOPILABORASI #Kopi #Kompetisi Kopi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Kuliner
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Dari satu pulau ke pulau lain, bahkan dari satu daerah ke daerah lain, secangkir kopi dapat membawa pengalaman rasa sekaligus cerita yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari Tanah hingga Cangkir, Roemah Koffie Merayakan Karakter Kopi Indonesia
Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Fun
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Roemah Koffie menghadirkan sejumlah promo saat grand opening gerai ke-15 di Agora Mall. Salah satunya Buy One Get One dan promo dua kopi seharga Rp70 ribu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Rp 70 Ribu dapat 2 Kopi Spesial hingga Buy One Get One, Grand Opening Roemah Koffie Agora Mall Tawarkan Sejumlah Promo
Fun
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Roemah Koffie resmi membuka gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Jakarta Pusat. Ekspansi ini dibarengi misi mengenalkan kopi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Roemah Koffie Buka Gerai ke-15 di Agora Lifestyle Mall, Bidik Ekspansi hingga Seluruh Indonesia
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kuliner
Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Kopi Premium Perpaduan Gayo dan Temanggung
Peluncuran Cublak Suweng menjadi bagian dari komitmen Roemah Koffie untuk melestarikan warisan budaya nusantara lewat kopi, dan memperkenalkannya kepada dunia.
Frengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
Roemah Koffie Luncurkan Cublak Suweng, Kopi Premium Perpaduan Gayo dan Temanggung
Fun
Rekomendasi Tempat Ngopi Enak di PRJ 2026, Cocok Buat Istirahat Sambil Nonton Konser
Tempat ngopi di PRJ 2026 ini bisa kamu kunjungi. Selain nyaman, kamu juga bisa istirahat sambil menonton konser.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
Rekomendasi Tempat Ngopi Enak di PRJ 2026, Cocok Buat Istirahat Sambil Nonton Konser
Berita
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Expat. Roasters resmi membuka gerai di AEON Mall BSD Tangerang. Hadirkan pengalaman coffee sensory, kelas edukasi kopi, dan lebih dari 12 origin kopi Nusantara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 April 2026
Dari Secangkir Kopi ke Komunitas: Expat. Roasters Ekspansi ke BSD dengan Pengalaman Unik
Bagikan