Travel

Bawa Bekal Di Pesawat, Kenapa Tidak?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 17 Maret 2020
Bawa Bekal Di Pesawat, Kenapa Tidak?

Bawa bekal di pesawat tidak ada salahnya (Foto: Unsplash/Suhyeon Choi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAWA bekal bukan cuma untuk ngantor atau ngampus. Kemanapun kamu pergi sah-sah saja bawa bekal. Salah satunya saat kamu ingin melakukan penerbangan. Tidak ada salahnya kamu membawa bekal untuk di perjalanan di atas udara.

Lalu, seperti apa sih cara tepat bawa bekal di pesawat? Begini kiatnya seperti yang dilansir dari laman Smarter Travel.

Baca juga:

Supaya Penerbangan Nyaman, Jangan Pakai Ini di dalam Pesawat

1. Bungkus dengan plastik

Bungkus dengan plastik agar tidak berat (Foto: Unsplash/Sophia Marston)

Barang bawaanmu pasti sudah berat. Jika menggunakan kotak bekal, akan menambah beban tasmu. Cukup menggunakan plastik untuk membawa bekal di dalam pesawat. Agar lebih aman, kamu bisa menggunakan plastik ziplock. Jika menggunakan kertas timah, kamu akan disuruh petugas bandara membuangnya saat melewati pemindai sinar x.

Sebaiknya bawa bekal yang tidak mengandung banyak kelembapan. Contohnya seperti roti, kacang-kacangan, hingga buah kering maupun segar. Menyimpan makanan di plastik ziplock akan memudahkanmu menyimpan makanan kembali jika tidak habis dikonsumsi.

2. Makanan yang boleh dan tidak boleh dijadikan bekal di pesawat

Sebaiknya tidak membawa makanan yang mudah hancur seperti keripik agar tidak mengotori lantai pesawat (Foto: Unsplash/Emiliano Vittoriosi)

Makanan yang boleh kamu jadikan bekal di pesawat harus bersifat kering. Makanan-makanan tersebut tidak mudah hancur dan bau selama kamu bawa di dalam pesawat. Hindari makanan yang mudah hancur seperti pisang dan alpukat.

Baca juga:

Pesawat dan Bandara Sarangnya Bakteri?

Selain itu, hindari juga membawa makanan yang sifatnya mudah bau seperti brokoli, ikan, dan keju. Itu akan mengganggu kenyamanan penumpang di sekitarmu. Jangan juga membawa bekal makanan yang madah hancur seperti keripik dan kerupuk. Remah-remahnya dapat mengotori lantai pesawat.

3. Bawa botol minum sendiri atau air kemasan

Bawa botol minum sendiri kalau kamu cinta ramah lingkungan (Foto: Unsplash/Benjamin Lambert)

Semua kembali lagi ke kamu. Jika kamu termasuk pencinta ramah lingkungan, bawalah botol minum sendiri. Dengan begitu kamu, tidak akan mengotori lingkungan bandara maupun tempat tujuanmu. Namun, jika kamu ingin membawa air kemasan, tidak masalah asal tidak berlebihan. Air kemasan memang lebih praktis. (ikh)

Baca juga:

Tidak Perlu Marah, Sabarlah saat Pesawat Delay

#Pesawat #Penerbangan #Tips Penerbangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Pesawat Smart Air PK-SNS rute Nabire–Kaimana alami gangguan mesin dan mendarat darurat di Nabire. Seluruh penumpang selamat, Kemenhub lakukan investigasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Januari 2026
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
Lifestyle
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
AirAsia bekerja sama dengan Hyrox Asia Pasifik untuk mengembangkan wisata olahraga. Kolaborasi mencakup 15 kota dan diskon penerbangan bagi atlet.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
AirAsia Gandeng Hyrox Asia Pasifik, Kembangkan Wisata Olahraga dan Gaya Hidup Aktif
Indonesia
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKP, tim medis, dan otoritas terkait yang memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pemberangkatan keluarga ke Makassar hingga penanganan jenazah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Selain keluarga korban Muhammad Farhan di Sulsel, salah seorang keluarga korban lainnya Esther Aprilita sebagai pramugari di pesawat ATR tersebut juga mendatangi Biddokes di Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Indonesia
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Penemuan serpihan pesawat ini menjadi petunjuk penting dalam mempersempit area pencarian.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Tim SAR Temukan Serpihan Badan dan Ekor Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Maros, Pencarian Korban Difokuskan Menemukan Penyintas
Indonesia
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Badan pesawat ditemukan tim SAR darat setelah adanya laporan temuan serpihan dari tim yang melakukan penyisiran lokasi menggunakan pesawat.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung
Indonesia
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Posko antemortem tersebut akan didirikan di Rumah Sakit TNI Angkatan Udara dr Dody Sardjito, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Dwi Astarini - Minggu, 18 Januari 2026
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Indonesia
Cuaca Ekstrem, AirNav Lakukan Divert dan Holding di Bandara Soetta
Cuaca ekstrem di Jakarta menyebabkan gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. AirNav mencatat 15 pesawat holding dan 16 dialihkan demi keselamatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Cuaca Ekstrem, AirNav Lakukan Divert dan Holding di Bandara Soetta
Bagikan