MerahPutih Nasional- Pencarian bangkai pesawat dan korban AirAsia QZ8501 harus maksimal hari ini. Demikianlah yang dituturkan oleh Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo kepada wartawan, Selasa (6/1)
“Total jenazah 37. Belum ada tambahan,” kata Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, dalam konferensi pers di kantornya.
Ia mengatakan, bahwa hari ini diturunkan seluruh alat, kekuatan personel dan sistem yang dibutuhkan oleh tim dibawah komando Badan SAR Nasional (Basarnas). Sehingga yang harus dimaksimalkan adalah pencarian untuk bangkai pesawat dan korban.
Adapun untuk lokasi pencarian hari ini, terdapat tambahan di area prioritas yang terletak di dalam sektor tambahan.
“Mulai hari ini sektor tambahan kedua di luar sektor merah kemarin. Di luar area kuning ada sektor tambahan,” ucap Kepala Basarnas.
Untuk pencarian, sasaran adalah korban dan serpihan yang terbawa arus. Adapun untuk disektor tambahan, tugas tim adalah mencari objek di bawah air baik itu badan pesawat maupun black box (atau kotak hitam).
Perburuan objek di bawah laut, dikerahkan lima kapal yaitu Kapal KRI Hasanudin, KRI Usman Harun, Kapal MGS Geo Survey, Baruna Jaya dan Krest Sonik. Kapal tersebut dilengkapi oleh sonar.
Selain itu dikerahkan dua kapal milik Singapura untuk menjaga apabila ada serpihan dan korban mengapung terbawa arus.
“Kalau kita masih mencari yang terjebak lebih ringan daripada mencari kemana-mana apalagi kalau ke timur Selat Makassar makin sulit karena arus kuat. Luasan area tambahan adalah 100 nautical miles. Hari ini total pesawat udara 20 unit dikerahkan dan 30 unit untuk kapal,” ujarnya. (AKU)