Bareskrim Polri Ungkap 8 Perusahaan yang Diduga Terlibat Pembalakan Liar di Sumatra, Biang Keladi Banjir dan Longsor
Kayu Gelondongan Diduga Pemicu Kerusakan Lahan di Sumatra.(foto: media Sosial)
MERAHPUTIH.COM - BARESKRIM Polri mengantongi nama delapan perusahaan yang diduga melakukan praktik pembalakan liar (ilegal logging) di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Perusahaan tersebut tak mengantongi izin. Kedelapan perusahaan tersebut tengah diselidiki.
"Kedelapan perusahaan yang tidak punya izin sedang kami verifikasi, sedang lakukan penyelidikan," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/12).
Tim di lapangan juga tengah melakukan penyelidikan sumber kayu gelondongan yang disebut-sebut menjadi penyebab terjadinya banjir dan longsor di Sumatra. "Sedang ditelusuri juga, sumber resmi atau tidak resmi, ada izin atau tidak," ujarnya.
Baca juga:
Gelondongan kayu diketahui hanyut terbawa banjir bandang dalam beberapa hari terakhir menumpuk di berbagai daerah Sumatra Utara, termasuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatra Barat. Video dan foto tumpukan kayu gelondongan itu kemudian viral.
Banyak yang menduga pemicu banjir dahsyat di Sumatra Barat dan Sumatra Utara disebabkan pembalakan liar.(knu)
Baca juga:
Kayu Gelondongan Terbawa Banjir, Kemenhut Sinyalir Modus Pembalakan Liar
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
Total Kerusakan dan Kerugian Bencana Alam di Sumbar Capai Rp 33,5 Triliun
Lalin Jembatan Bailey Bireuen Aceh-Medan Gantian Tiap 1 Jam, Buka-Tutup Hingga September
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Sumatera Barat Masuki Fase Pemulihan, BNPB Tekankan Validasi Lahan Aman Hunian
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian