Bapanas Segera Terapkan Kebijakan Fleksibilitas HPP Gabah Rp 6.000 Per Kilogram
Menjemur gabah. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Proyeksi produksi beras di Juni 2024 diprediksi bisa meraih 2,02 juta ton. Lalu di Juli mulai naik ke 2,19 juta ton dan di Agustus 2,67 juta ton. Sementara menurut berita resmi statistik BPS terbitan 1 Juli 2024, rata-rata harga GKP pada April 2024 sempat berada di Rp 5.686 per kilogram (kg) dengan kadar air 20,74 persen dan mulai membaik mendekati HPP pada Juni 2024 berada di Rp 6.171 per kg dengan kadar air 19,68 persen.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras merupakan jaring pengaman harga di tingkat petani.
"Penetapan HPP jelang panen raya memang sangat dibutuhkan petani. Ini dapat memberi kepastian harga untuk penyerapan Bulog dan terbukti dapat menjaga harga di tingkat produsen terhindar dari kejatuhan harga yang sangat mendalam saat panen raya,” kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Selasa (16/7).
Penetapan HPP gabah dan beras merupakan upaya yang tepat, sebagai langkah optimistis pemerintah menjaga asa petani dan mendukung produksi dalam negeri. HPP gabah dan beras yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menjadi basis Perum Bulog dalam menyerap produksi dalam negeri, ditujukan sebagai jaring pengaman harga di tingkat petani.
Baca juga:
Bantuan Beras Dilanjutkan Sampai Akhir Tahun, Anggaran Tambahan Rp 11 Triliun
"Hal ini dikarenakan fluktuasi harga gabah sangat dipengaruhi oleh musim panen. Ketika musim panen raya, harga gabah bisa anjlok akibat lonjakan hasil panen. Sebaliknya, saat musim paceklik tiba, harga gabah mulai menaik sampai ada panen raya berikutnya," jelas Arief.
Ia mengakui, di 2024 lebih menantang karena adanya kemunduran panen raya yang biasanya di Maret, berpindah ke April. Saat itu, Bapanas segera menerapkan kebijakan fleksibilitas HPP gabah menjadi Rp 6.000 per kilogram.
"Tentunya ini sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi yang meminta harga petani saat panen raya tidak boleh merosot tajam,” terangnya. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026
Politikus Sebut Harga Pangan di Aceh Naik 100 Persen, Daya Beli Warga Juga Melemah
70 Ribu Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Cadangan Beras Disiapkan 120 Ribu Ton