Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

'Banyak Yang Bilang' Jadi Karya Perdana Basboi di 2024

Febrian AdiFebrian Adi - Minggu, 14 Januari 2024
'Banyak Yang Bilang' Jadi Karya Perdana Basboi di 2024

Basboi lepas single terbaru. (Foto: Dok/Basboi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RAPPER Basboi sempat menjadi salah satu penampil dalam gelaran ‘Wall of Fades' pada November 2023. Ketika itu dirinya sempat membocorkan satu materi terbaru yang akan segera rilis di 2024.

“Selanjutnya gue bakal bawain lagu terbaru yang belum pernah rilis,” tutur Basboi dalam penampilannya tersebut.

Selang beberapa minggu, lagu berjudul Banyak Yang Bilang pun resmi dilepas sebagai salah satu bagian dari kampanye rilisan Basboi yang berujung kepada materi rilisan yang lebih panjang.

Baca juga:

The Panasdalam Bank Ajak Chintya Gabriella Isi Soundtrack Film ‘Ancika’

Dibuka dengan bait yang terkesan flexing dan identik ditemui di lirik hip-hop pada umumnya, Basboi lalu mulai meminta maaf setelah memamerkan materi kepunyaannya yang sangat tidak maskulin seperti parfum Celine dan kalung Vivienne Westwood yang identik lebih feminin.

“Lagu dipenuhi dengan kick dan bass khas lagu jersey club yang membuat dada berdegup dan badan tak kuasa ingin menari,” ucap Basboi dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, Jumat (12/1).

Diproduseri oleh CVX, lagu ini berisikan rap padat khas Basboi. Merefleksikan bagaimana Basboi sebagai musisi hip-hop menanggapi omongan miring maupun cibiran, atas pembawaan dan penampilan dirinya yang kerap tidak sesuai dengan gambaran umum musisi hip-hop di Indonesia yang terkenal ‘keras’ dan maskulin.

Basboi kemudian berlanjut ‘mengiyakan’ cibiran-cibiran tersebut dan dilantunkan dengan nada-nada khas Basboi yang melodis iatas beat ala PluggnB - dengan lirik berdiksi yang terkesan ‘seenak jidat’ yang terasa lucu namun menyentil dengan akurat.

Baca juga:

Wave to Earth Siap Tampil di Indonesia

View this post on Instagram

A post shared by Basboi (@bas.boi)

Single ini disajikan bersamaan dengan video klip vertikal yang disutradarai oleh Saktian Maulana (Rodagenic), berisikan materi-materi dan tren visual khas stereotipikal Gen Z yang sering ditemui di TikTok.

Langkah ini diambil sebagai salah satu sindiran bahwa musisi hip-hop itu tidak seharusnya menjadi pop. Dalam hal ini berarti terjerumus kedalam kultur pop yang sedang viral di media sosial. Materi visual yang sangat ‘Gen Z’, berisikan lagu dance dengan lirik yang terkesan centil dan bodo amat. Cocok untuk mengawali pembukaan tahun baru kita dalam membangun attitude yang lebih cuek di tahun ini. (far)

Baca juga:

Sejumlah Musisi Indonesia Memantapkan Diri Jadi Calon Legislatif di 2024

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan