MerahPutih.com – Derita penyintas gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin nyata.
Kepada media, Kamis (20/8), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan banyak korban gempa mengalami patah tulang yang ditangani Rumah Sakit (RS) Lapangan.
Sudah beroperasi dua rumah sakit lapangan, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di sini,
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Baca juga:
Gempa Susulan Masih Mengguncang, Pertamina Belum Berani Bongkar Muat BBM di Dermaga Reo NTT
Titik Lokasi 2 RS Lapangan Gempa NTT
Menurut Budi, sekitar 40 keluarga telah dilayani oleh dua rumah sakit lapangan yang didirikan Kemenkes bersama BNPB.
Secara terpisah, Ketua Satgas Bencana Kemenkes, Sumarjaya, mengonfirmasi pernyataan Menkes.
Hari ini operasi sudah dilakukan di tenda, termasuk di RS Aeramo. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa.
Ketua Satgas Bencana Kemenkes, Sumarjaya
Akses Medis ke Daerah Terpencil
Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk menjangkau puskesmas yang rusak parah dan sulit diakses, seperti di Kecamatan Lamba Leda, Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.
“Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang perlu dirujuk,” tandas Sumarjaya. (*)