Banyak Calonkan Artis di Pileg 2019, NasDem: Mereka Juga WNI dan Merasa Terpanggil

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 26 Juli 2018
Banyak Calonkan Artis di Pileg 2019, NasDem: Mereka Juga WNI dan Merasa Terpanggil

Politikus Partai NasDem, Donny Imam Priambodo. Foto: ist

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seluruh partai politik peserta Pemilu 2019 sudah menyerahkan daftar bakal calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah.

Salah satu partai yang disorot pada Pileg tahun depan adalah Nasional Demokrat (NasDem). Sejumlah nama artis yang telah terdaftar sebagai kader NasDem ikut meramaikan pendaftaran itu.

Banyaknya kalangan selebritis tanah air yang merapat ke partai besutan Surya Paloh ini menjadi pertanyaan. Mengapa Nasdem begitu banyak mencalonkan sejumlah artis untuk bertarung memperebutkan kursi parlemen?

Politikus NasDem, Donny Imam Priambodo mengungkapkan hal tersebut merupakan strategi partai untuk mendulang suara. Pasalnya, sesuai dengan misi partai NasDem yakni "Memanggil Semua Warga Negara Indonesia".

Sejumlah artis ikut nyaleg lewat partai NasDem. Foto: partainasdem.id

"Itu strategi boleh saja kita memakai artis, figur dan lainnya. Jadi, jika artis mendaftar kan ini mereka juga warga negara Indonesia artinya mereka juga merasa terpanggil,” kata Doni di Jakarta.

Doni yang juga anggota Komisi XI DPR menjelaskan bahwa seluruh bacaleg NasDem dan kader akan mengikuti pengarahan dari partai sebelum bertarung di Pileg 2019.

"Akan ada sekolah kader," imbuhnya.

Legislator asal Jawa Tengah ini juga membantah tudingan sejumlah pihak bahwa NasDem memberikan mahar kepada para caleg dari partai lain untuk bergabung dengan partai yang berdiri pada 26 Juli 2011 ini.

Sebelumnya, ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengungkapkan adanya transfer caleg jelang Pemilu. Dia menyebut bahwa Lucky Hakim mendapatkan mahar senilai Rp 5 miliar agar pindah dan nyaleg melalui partai NasDem.

“Itu nggak bener, tanya saja sama Lucky sendiri. Yang ada itu nantinya caleg akan dibantu atribut partai, itu kan standar raga jadi nggak ada sumbangjual beli caleg tanya saja sama dia. (lucky),” Jelas Doni.

Politikus NasDem, Donny Imam Priambodo. Foto: Net

Menurutnya, caleg NasDem tidak perlu repot-repot menyiapkan segala keperluan untuk menjadi bacaleg NasDem karena semuanya sudah disiapkan partai.

“Silakan tanya sama Lucky Hakim, jangankan bayar nyediain materai gak dia itu? cuma tanda tangan doang itu semua disiapin, bolpoin juga disiapin kok di situ, malah petugasnya yang ketikin,” ujarnya.

Yang terpenting, kata Doni, NasDem meminta agar kader dan bacaleg harus berkomitmen berjuang untuk partai dan negara.

“Gak ada partai nasdem minta-minta.” tegasnya. (Pon)

#Partai Nasdem
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino merespons isu Gibran ingin mengakuisisi NasDem. Ia menyebut hal itu berani, namun membuka peluang jika ingin bergabung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Bagikan