Bank Indonesia Surakarta Sediakan Rp 6 Triliun untuk Ramadan dan Lebaran

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 21 Maret 2023
Bank Indonesia Surakarta Sediakan Rp 6 Triliun untuk Ramadan dan Lebaran

Warga Solo menukarkan uang pecahan baru di Pasar Klewer Solo yang disediakan Bank Indonesia, Selasa (21/3). (MP/Ismail).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) Surakarta, Jawa Tengah, menyediakan uang sebesar Rp 6 triliun untuk kebutuhan masyarakat menghadapi Ramadan sampai Idul Fitri 1444 H.

Penukaran uang BI Surakarta dimulai tanggal 21 Maret sampai 20 April 2023.

Baca Juga

Bank Indonesia Siapkan 5.066 Titik Penukaran Uang Lebaran

"Jumlah uang yang disediakan meningkat 7 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 5,6 triliun," ujar Kepala Perwakilan BI Solo Nugroho Joko Prastowo di Surakarta, Selasa (21/3).

Dia mengatakan pihaknya menjamin kualitas uang baru. Bahkan, uang yang ditukarkan masyarakat merupakan uang pecahan baru.

Warga Solo menukarkan uang pecahan baru di Pasar Klewer Solo yang disediakan Bank Indonesia, Selasa (21/3). (MP/Ismail).

Kick-off penukaran uang baru akan dihadiri oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Suami Selvi Ananda itu mendapatkan jatah penukaran uang sebesar Rp 3,8 juta dengan pecahan terdiri dari Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

"Layanan penukaran kami adakan secara serentak setiap Selasa dan Kamis selama Ramadan," kata dia

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA] Bank Indonesia Mengeluarkan Uang Pecahan 1.0

BI Surakarta, kata dia, bekerja sama dengan perbankan, Pos Indonesia Solo, Pegadaian Solo, Asbisindo dan Perbarindo Soloraya untuk memperluas jangkauan layanan penukaran uang pecahan kecil.

Total ada sebanyak 154 titik layanan penukaran yang terdiri dari 124 kantor bank dan 15 BPR di Soloraya, serta 3 kantor Pos Indonesia, dan 12 kantor pegadaian di Soloraya.

"Melalui 154 titik yang sudah disiapkan, masyarakat dapat melakukan penukaran uang pecahan kecil melalui layanan kas keliling BI Solo," katanya.

Ia menambahkan BI Surakarta juga akan membuka layanan penukaran kas keliling di Rest Area 519A Sragen dan Rest Area 487A Boyolali. Itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan pemudik yang melintas di area Soloraya pada minggu terakhir Ramadhan.

Sementara itu, Gibran mengatakan penukaran uang di BI lebih dijamin keamanannya dibandingkan pedagang musiman. Selain itu, tidak kena potongan.

"Silahkan manfaatkan fasilitas layanan uang baru Bank Indonesia. Lebih aman dan tidak kena potongan," kata Gibran. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Lampaui Target, Penukaran Uang Baru di Bank Indonesia Solo Tembus Rp 5,6 Triliun

#Bank Indonesia #Uang Baru #Ramadan #Idul Fitri
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Indonesia
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Indonesia
DPR Gelar Rapat dengan BI dan Pemerintah, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
DPR RI menggelar rapat bersama BI dan Pemerintah. Pertemuan itu membahas perkembangan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Gelar Rapat dengan BI dan Pemerintah, Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Indonesia
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
DPR mendesak pemerintah memulihkan kepercayaan investor setelah IHSG turun ke 5.644,23, rupiah menembus Rp 18.041 per dolar AS, dan capital outflow mencapai Rp 66,20 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor
Indonesia
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Bank Indonesia menjelaskan pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp 18.043 per dolar AS. Faktor geopolitik Timur Tengah, arus modal keluar, hingga kebutuhan domestik menjadi pemicunya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 Juni 2026
Rupiah Tembus Rp 18.043 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebab hingga Langkah Stabilisasi
Bagikan