Bank BUMN Telah Kucurkan Rp43 Triliun Untuk Pulihkan Ekonomi
Ilustrasi Uang. (Foto: Antara).
MerahPutih.com - Dana pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang telah disalurkan mencapai Rp43,5 triliun atau 145 persen dari total dana yang ditempatkan pemerintah.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan penyaluran kredit meningkat secara signifikan setelah sebulan pemerintah menempatkan dan di Bank BUMN sebesar Rp30 Triliun.
Rinciannya, BRI misalnya, yang mendapat dana Rp10 triliun, telah mengucurkan kredit sebesar Rp21 triliun. Bank Mandiri, dari total penempatan dana Rp10 triliun, telah mengucurkan hampir Rp15 triliun kredit.
Baca Juga:
Hari Ini, Emas Antam Cetak Sejarah Harga Termahal di Atas Rp1 Juta per Gram
Sementara BNI mengucurkan Rp6 triliun kredit dari penempatan dana sebesar Rp5 triliun dan BTN mengucurkan Rp3 triliun dari Rp5 triliun penempatan dana pemerintah dengan total keseluruhan mencapai 518.797 debitur.
"Terasa sekali di bulan Juli ini rupanya minat penarikan kredit baru mulai membaik. Ini diharapkan terus berjalan sampai dengan nanti bulan Agustus," ujarnya.
Ia menegaskan, Kalau nanti leverage tiga kali lipat seperti yang diminta Kementerian Keuangan yaitu Rp90 triliun tercapai, direncanakan akan ada tambahan dana lagi sehingga penyaluran kredit diharapkan membantu pemulihan pertumbuhan ekonomi, terutama di kuartal III 2020.
"Saat pelaku usaha mau memulai lagi usahanya pasca pelonggaran PSBB, mereka ada akses modal kerja baru untuk meningkatkan kapasitas usahanya dan meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.
Baca Juga:
Belajar-Mengajar di Masa Pandemi, DPR Pertanyakan Peran Mendikbud Nadiem
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Target Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bakal Sulit Tercapai, Ini Alasanya
Penurunan Daya Beli Warga Akibat Pekerja Sektor Formal Minim
Danantara Mulai Lakukan Reformasi BUMN di Tahun Ini
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Ekonomi Melambat, PHK Bakal Terus Terjadi di 2026
Semikonduktor Jadi Penguat Ekonomi Kawasan, Proyeksi Pertumbuhan Indonesia Naik Jadi 5 Persen
Pengusaha Revisi Target Penjualan Mobil, Bakal Dibicarakan Seluruh Anggota Gaikindo
Purbaya Jaga Daya Beli Warga, Pertumbuhan Ekonomi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Alasan Aktivitas Belanja dan Perjalanan Warga Melambat di Triwulan III 2025
Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong Utama