MERAHPUTIH.COM - AKTIVITAS perdagangan di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, telah berjalan seperti sediakala setelah banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. Harga barang kebutuhan pokok di pasar dan ritel terpantau stabil. Penegasan itu dikatakan Menteri Perdagangan Budi Santoso setelah meninjau Pasar Pante Teungoh di Pidie, Senin (23/2).
"Kami cek harga bapok sudah stabil. Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali," ujar Mendag Busan.
Berdasarkan hasil pemantauan, komoditas beras tercatat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) untuk Zona 2 yaitu beras medium Rp 14.000/kg, beras premium Rp 15.000/kg, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Rp 12.600/kg.
Sementara itu, harga komoditas yang terpantau di bawah harga acuan (HA), antara lain daging ayam ras Rp 30.000/kg, telur ayam ras Rp 28.000/kg, bawang merah Rp 35.000/kg, bawang putih honan Rp 35.000/kg, cabai merah keriting Rp 30.000/kg, dan cabai rawit merah Rp 50.000/kg.
Baca juga:
Sementara itu, MINYAKITA terpantau sesuai harga eceran tertinggi (HET) di harga Rp 15.700/liter. "MINYAKITA cukup banyak, harganya sesuai HET karena pasokan dari Bulog lancar ke beberapa pedagang di pasar," jelasnya.
Harga-harga komoditas lainnya yang terpantau stabil, antara lain tepung terigu Rp 14.000/kg, minyak goreng curah Rp 17.100/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 23.000/liter.
Untuk gula pasir tercatat di atas HA yaitu sebesar Rp 19.000/kg. Indikasi penyebabnya karena sebagian besar pengiriman pasokan gula pasir berasal dari Medan Sumatra Utara dan bersamaan adanya kenaikan permintaan selama bulan Ramadan.(Asp)
Baca juga:
Gajah Senior Diterjunkan ke Pidie Jaya, Pernah Turun Waktu Tsunami Aceh 2004