Bandingkan dengan Negara Maju, Penjagaan Presiden Dinilai Sangat Longgar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 12 Oktober 2019
Bandingkan dengan Negara Maju, Penjagaan Presiden Dinilai Sangat Longgar

Presiden Joko Widodo. (FB Presiden Joko Widodo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie berpendapat penjagaan kepada kepala negara patut diperketat lagi menyusul penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto saat kunjungan ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10).

"Dengan peristiwa ini, saya sarankan agar pengamanan pejabat negara lebih diperketat. Sebelum presiden berkunjung ke daerah maka lapangan harus steril, kalau perlu tak perlu harus berjabat tangan dengan semua warga," kata Jerry, di Jakarta, Jumat (11/10), dikutip Antara.

Baca Juga:

Tak Terganggu Kasus Penusukan Wiranto, Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Jalan Terus

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies ini menilai latar belakang mantan panglima ABRI di era mendiang Presiden Soeharto itu ditusuk tak lain beliau orang yang getol menumpas radikalisme dan terorisme.

"Target kelompok ini memang para petinggi di negeri ini tak terkecuali Presiden RI. Selama ini untuk SOP security pengamanan baik pejabat tinggi kita paling lemah," ujar penasihat Ikatan Media Online Indonesia (IMO) ini.

Pengamat Jerry Massie. (Foto: ANTARA/Istimewa)
Pengamat Jerry Massie. (Foto: ANTARA/Istimewa)

Di negara maju saja seperti Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman dan sebagainya pengamanan super ketat saat presiden mereka turun ke negara bagian dan provinsi.

"Mana ada presiden AS berfoto selfie dengan publik AS, paling bisa berfoto di White House atau acara khusus di ruangan in door. Baru di Indonesia presiden bisa menyalami siapa saja orang yang tak dikenal," jelasnya.

Jerry mengatakan merakyat bukan hanya pada tataran berjabat tangan, tapi peduli terhadap rakyat kecil dan membantu warga miskin dengan program pemerintah, itu lebih afdol dari berswafoto ria.

Baca Juga:

Penusukan Wiranto Bikin Jokowi Takut Swafoto Bareng Rakyat?

Oleh karena itu, ia juga menyarankan pengamanan presiden harus diperketat dan jangan sembarangan swafoto dan berjabat tangan dengan orang yang kadang berniat jahat.

"Saya pernah usul terkait pengamanan presiden ini kepada Paspampres pada 2014 lalu. Kalau memang ada yang mau mau berjabat tangan disortir siapa-siapa mereka, kartu identitas mereka perlu diketahui," tuturnya.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menjawab wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Rabu (7/12) siang. (setkab.go.id/Rahmat/Humas)
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menjawab wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Rabu (7/12) siang. (setkab.go.id/Rahmat/Humas)

Begitu pula, bagian intelijen harus sudah mengecek lapangan dua minggu sebelumnya.

"Yang terpenting adalah pemeriksaan senjata tajam dan lainnya," ucap Jerry. (*)

Baca Juga:

Perintah Jokowi untuk Kapolri Setelah Peristiwa Penusukan Wiranto

#Wiranto #Aksi Teror
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
Tim penyidik Polda Metro Jaya saat ini tengah memeriksa intensif terduga pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa guna mengungkap motif asli tindakan tersebut
Angga Yudha Pratama - Senin, 13 Juli 2026
Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Ditangkap Tak Jauh dari Sekolah
Indonesia
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji pada 18 April 2026 berjumlah 43.363 orang yang berasal dari 439 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
43.363 Orang Berencana Berangkat Umrah, Pemerintah Minta Ditunda
Indonesia
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Try Sutrisno merupakan figur yang selalu memikirkan langkah terbaik untuk masyarakat selama menjalankan tugas kenegaraan.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Wiranto Sebut Mendiang Try Sutrisno Layak Disebut Negarawan Sejati, Taat Konstitusi
Indonesia
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah dilakukan penyisiran di lapangan, ancaman bom tersebut tidak terbukti
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Desember 2025
Polisi Buru Dalang di Balik 'Kamila Hamdi' yang Bikin Warga Depok Geger
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Indonesia
Pemakaman Istri di Karanganyar, Wiranto Turun Langsung ke Liang Lahat
Ratusan pelayat dari keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, hingga pejabat negara hadir memberikan penghormatan terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 17 November 2025
Pemakaman Istri di Karanganyar, Wiranto Turun Langsung ke Liang Lahat
Indonesia
Jokowi Melayat Istri Wiranto di Lanud Adi Soemarmo tidak Ikut ke Lokasi Pemakaman
Wiranto mendapati Jokowi dan Iriana menunggu di landasan bandara untuk melayat, langsung menghampirinya dan mengajak bersalaman.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Jokowi Melayat Istri Wiranto di Lanud Adi Soemarmo tidak Ikut ke Lokasi Pemakaman
Indonesia
Jenderal Wiranto Berduka, Istrinya Tutup Usia Dimakamkan di Solo Hari Ini
Kabar duka datang dari keluarga mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Wiranto. Istrinya, Rugaiya Usman Wiranto, meninggal dunia
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Jenderal Wiranto Berduka, Istrinya Tutup Usia Dimakamkan di Solo Hari Ini
Dunia
Pemerintah India Nyatakan Ledakan di Delhi Aksi Teror, Tegaskan Pengadilan Secepatnya
Kabinet menyebut India memiliki komitmen teguh terhadap kebijakan tanpa toleransi kepada terorisme.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
 Pemerintah India Nyatakan Ledakan di Delhi Aksi Teror, Tegaskan Pengadilan Secepatnya
Indonesia
Ledakan SMAN 72, Pelaku Diduga Bawa 7 Bom, masih ada 3 yang Aktif
Bahan peledak itu ditemukan di SMAN 72 Jakarta saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dwi Astarini - Senin, 10 November 2025
Ledakan SMAN 72, Pelaku Diduga Bawa 7 Bom, masih ada 3 yang Aktif
Bagikan