Merahputih.com - Situasi Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (18/9) terlihat sepi. Kondisi ini jauh berbeda dengan saat masa pemberlakukaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
Ya, DKI Jakarta sudah masuk dalam masa PSBB jilid II di mana perkantoran hanya memperbolehkan pegawai masuk kerja 25 persen dari kapasitas pegawai.
Baca Juga
BNPB Tunggu Kriteria Hotel Ruang Karantina Corona dari Pemprov DKI
Ditambah lagi Gedung Blok G Balaikota DKI ditutup sementara selama tiga hari karena ada dua pegawai yang bekerja di gedung tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.
Pantauan merahputih.com di Balaikota, masih ada saja warga berseliweran di kantor Gubernur Anies. Tapi terlihat juga pegawai Pemda DKI dengan menggunakan baju kebaya untuk PNS wanita dan baju muslim untuk pria yang hadir di Balaikota.
Saking sepinya sejumlah petugas keamanan atau pengamanan dalam (Pamdal) Balaikota bekerja lebih santai. Mereka terlihat tengah leha-leha duduk sambil ngobrol satu dengan yang lain di tangga gedung Blok G.
Sementara, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat juga tampak di Balaikota. Mereka melaksanakan kegiatan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh kawasan Balaikota DKI.
Baca Juga
Pemprov DKI Dikritik Nekat Bawa Jenazah Saefullah ke Balai Kota
Sementara itu juga, Masjid Fatahillah Balaikota tidak menggelar solat Jumat berjamaah karena masih dalam masa PSBB jilid II.
"Tidak, Karna PSBB total," Kepala Biro Umum Setda DKI Jakarta, Budi Awaludin, Jumat (18/9). (Asp)