Pj Teguh Ungkap Alasan Jokowi Tak Hadiri Acara Perayaan Malam Tahun Baru di Balaikota

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 01 Januari 2025
Pj Teguh Ungkap Alasan Jokowi Tak Hadiri Acara Perayaan Malam Tahun Baru di Balaikota

Presiden RI ke-7, Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menggelar Bentang Harapan Jakarta (JakASA) dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (31/12).

Acara ini turut dihadiri oleh para Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2024. Adapun para Gubernur terdahulu yang hadir adalah Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso (Gubernur Periode 1997-2007), Fauzi Bowo (Gubernur Periode 2007-2012), Basuki Tjahaya Purnama (Gubernur Periode 2014-2017), Djarot Syaiful Hidayat (Gubernur Periode 2017), Sumarsono (Plt. Gubernur Periode 2016-2017), dan Anies Baswedan (Gubernur Periode 2017-2022).

Namun, Gubernur Jakarta periode 2012-2014, Joko Widodo (Jokowi), tidak terlihat dalam acara tersebut. Hanya Jokowi yang tak hadir dalam acara tersebut.

Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi menegaskan, bahwa Pemda DKI mengundang seluruh gubernur dan wakil gubernur Jakarta.

Baca juga:

Pj Teguh Berharap Jakarta Jadi Kota yang Berkeadilan Hingga Berkelanjutan

Lanjut dia, Jokowi absen dalam kegiatan itu karena merayakan tahun baru di Solo, Jawa Tengah. Sementara itu, Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi juga tengah berada di Yogyakarta.

"Kebetulan Bapak Jokowi merayakan tahun baru bersama keluarga di Solo, jadi titip salam untuk kita para gubernur dan wakil gubernur. Kami juga dapat kabar dari bapak Pj Heru, beliau saat ini sedang di Jogja sehingga beliau pun titip salam," paparnya.

Teguh berharap, seluruh warga DKI Jakarta dapat bersama-sama menjaga kualitas Kota Jakarta meski ke depan bukan berstatus sebagai Ibu Kota Negara. Hal ini justru akan memberikan peluang agar Jakarta semakin berkembang menggapai status kota global.

"Sebentar lagi kita akan menyambut lima abad Kota Jakarta, tepatnya pada 22 Juni 2027. Kita ingin menyejukkan dan membahagiakan warga Jakarta. Saya sangat bersyukur kita semuanya, bersama para Gubernur terdahulu dan para tokoh masyarakat bisa hadir di sini, kemudian menorehkan harapan-harapan tentang Jakarta pada masa depan," ucapnya.

Baca juga:

Masuk Daftar Pemimpin Paling Korup Versi OCCRP, Jokowi: Silakan Dibuktikan

Teguh juga menjelaskan, kegiatan JakASA ini juga menjadi ajang bersilaturahmi dengan para Gubernur yang telah memimpin kemajuan Jakarta, serta para tokoh masyarakat yang selalu mendukung berbagai program Pemprov DKI Jakarta.

Harapan, yang ditulis di acara ini akan dibuka kembali saat usia Jakarta tepat 500 tahun pada 22 Juni 2027.

"Mari berkontribusi, bersinergi, dan berinovasi untuk mengantarkan Jakarta menjadi kota yang mendunia, berdaya saing tinggi, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan keberlanjutan. Kain untuk menuliskan harapan-harapan tadi panjangnya 500 meter dan ini menunjukkan usia 500 tahun Kota Jakarta. Mari kita wujudkan harapan-harapan itu untuk Jakarta yang lebih baik," pungkas Pj Gubernur Teguh. (Asp)

#Joko Widodo #Teguh Setyabudi #Malam Tahun Baru #Balai Kota DKI Jakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Sejumlah ucapan hadir untuk Jokowi, termasuk dari Presiden Prabowo.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Tampilkan Sketsa, Begini Ucapan Presiden Prabowo untuk Hari Ulang Tahun Jokowi
Indonesia
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Hasil studi mengonfirmasi bahwa arus perpindahan sentimen positif dari figur personal menuju institusi partai, khususnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
Daya Magis Jokowi Sukses Dongkrak Citra Positif PSI, Partai Anak Muda Tapi Rasa Mantan Presiden
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai tantangan yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto merupakan warisan dari pemerintahan Jokowi.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Sekjen PDIP: Tantangan Pemerintahan Prabowo Warisan Era Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dinobatkan sebagai lulusan terbaik UGM. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 27 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dinobatkan Jadi Alumni Terbaik UGM
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Beredar informasi yang menyebut, pembuat ijazah Jokowi muncul ke publik dan membuat pengakuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pembuat Ijazah Jokowi Buat Pengakuan soal Adanya Modifikasi
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Indonesia
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Polda Metro Jaya mengungkapkan syarat utama yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak, sehingga restorative justice Rismon Sianipar bisa terpenuhi
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Rismon Sianipar Harus Memohon Langsung ke Jokowi, Restorative Justice-nya Masih Dikaji
Indonesia
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu memberikan Rp 50 miliar untuk restorative justice. Ia mengatakan, hal tersebut tak masuk akal.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Jokowi Bantah Kasih Rp 50 Miliar untuk Restorative Justice, Sebut tak Masuk Akal
Bagikan