MerahPutih.com - TNI AU tengah menyiapkan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung operasional pesawat tempur baru yang direncanakan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
"Apapun pesawatnya, kami menyiapkan infrastruktur, kemudian menyiapkan sumber daya manusianya," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono, saat jumpa pers di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Menurut Tonny, pembelian alutsista merupakan ranah Kemhan, sementara TNI AU bertugas sebagai pengguna sesuai perintah Panglima TNI. TNI AU juga memastikan seluruh awak pesawat tempur dilatih dengan ketat.
“Kami memastikan seluruh prajurit TNI AU telah dilatih dengan standar tinggi selama masa pendidikan sebagai calon penerbang,” tutur Tonny.
Baca juga:
TNI AU Rekrut 31 Pilot Sipil, Digembleng di Lanud Adisutjipto Bawa Pesawat Logistik dan Heli
Pola Baru Rekrutmen dan Pendidikan Penerbang TNI AU
KSAU menambahkan TNI AU membuka kesempatan bagi penerbang sipil untuk bergabung melalui program Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP).
“Kesempatan terbuka lebar bagi penerbang sipil, dan sudah kita rekrut melalui PSDP. Kami juga mengubah pola pembinaan agar sesuai masukan, termasuk lewat Akademi Angkatan Udara (AAU),” ujarnya, dikutip Antara.
Dengan langkah ini, Tonny berharap alutsista baru seperti pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan dan KAAN dari Turki dapat dioperasikan maksimal oleh jajarannya.
Baca juga:
Jet Tempur Chengdu J-10 China Segera Terbang di Jakarta, Menkeu Setuju Beli Pakai APBN Rp 148 T
Rencana Pembelian Jet Tempur dari Korea Belum Final
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait memastikan untuk kontrak awal pembelian pesawat KAAN buatan Turkish Aerospace Industries sudah ditandatangani dengan mekanisme pinjaman luar negeri bersama Kementerian Keuangan
Namun, lanjut dia, untuk rencana pembelian pesawat tempur KF-21 belum final, saat ini masih dalam tahap penjajakan. “Belum ada keputusan final mengenai jumlah maupun skema pengadaannya,” tandasnya. (*)

