MerahPutih.com - Indonesia memperoleh suplai pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Pemerintah pun memastikan, bahwa pasokan LPG untuk kebutuhan dalam negeri dalam kondisi aman di tengah gejolak global akibat perang AS-Israel dan Iran hingga menutup Selat Hormuz.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menegaskan bahwa masa sulit terkait pasokan LPG telah terlewati. Saat ini, cadangan nasional berada dalam kondisi cukup aman.
"Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," ujar Bahlil usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).
Baca juga:
Kasus Oplosan LPG di Karanganyar Terbongkar, Pertamina Imbau Warga Beli di Agen Resmi
Pada kesempatan yang sama, Bahlil mengungkapkan bahwa tambahan pasokan LPG akan segera tiba dalam waktu dekat.
Pasalnya, kata dia, kapal pengangkut saat ini masih dalam proses komunikasi intensif agar dapat segera masuk ke Indonesia.
"Sebentar lagi kapal kita masuk," kata Bahlil optimis.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan LPG Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz, sehingga tidak terdampak langsung oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Indonesia memperoleh pasokan LPG dari berbagai negara mitra.
Baca juga:
Ketergantungan Impor Tinggi, DPR Minta Pemerintah Antisipasi Krisis LPG
"Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain," kata Bahlil.
Selain itu, pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga melalui diversifikasi sumber pasokan. Sedangkan untuk minyak mentah, Indonesia sebelumnya masih memperoleh sebagian pasokan dari Timur Tengah, tetapi kini telah disiapkan alternatif dari sejumlah negara lain.
"Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain," beber Bahlil.
Melalui langkah diversifikasi sumber pasokan tersebut, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi dinamika global.
"Jadi kita Insyaallah sudah clear lah," pungkasnya. (Asp)