Kesehatan

Bahaya Kesehatan di Balik Kopi Joss

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Juli 2024
Bahaya Kesehatan di Balik Kopi Joss

Ada risiko di balik kenikmatan kopi joss. (Foto: Unsplash/Clay Banks)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BUBUK kopi dalam gelas diseduh air panas lalu diaduk. Sebelum disajikan, segelas kopi panas itu kemudian akan diberi bara api panas, sampai air menggelegak. Inilah sajian khas kopi joss.

Bara api panas dalam seduhan ini membuat aroma dari kopi semakin kuat. Sebagai tambahan dari adanya bara, kopi joss punya aroma smoky. Sensasi cita rasa itulah yang membuat kopi joss berbeda dengan varian kopi lainnya.

Kopi joss khas 'Kota Gudeg' disebut enak dan menyegarkan oleh para penikmatnya. Meski begitu, bukan berarti tak ada risiko di balik kopi yang pertama kali dipopulerkan angkringan Lik Man ini. Campuran arang di dalam kopi dan notabene akan masuk ke dalam sistem pencernaan menjadi kontroversi dalam sajian ini.

Arang tanpa pengolahan dengan cara ekstraksi dan langsung dicampurkan ke makanan dan minuman berbahaya bagi kesehatan. Bahaya arang terhadap kssehatan ini bersumber dari hasil dari pembakaran arang yang menjadi abu. Abu tersebut dikhawatirkan tidak bisa dicerna tubuh.

Baca juga:

Minum Kopi Membuat Ingin BAB, Begini Penjelasannya

Selain itu, hasil debu yang terlarut di air kopi juga amat mungkin menyebabkan iritasi di kerongkongan, menimbulkan gatal atau batuk.

Sementara itu, abu yang terlarut dalam kopi bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti kembung, diare, hingga radang usus buntu. Jika sudah begini, bukannya mendapatkan kenikmatan kopi, kamu malah mendapat penyakit. Oleh karena itu, pertimbangkan risikonya sebelum mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.(ayu)

Baca juga:

Minum Kopi Pagi-pagi Tak Cuma Bikin Mata Melek, Baik untuk Sistem Pencernaan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan