MerahPutih.com - Di tengah ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pengusaha mulai mencari sumber alternatif dari Afrika, Asia Tengah, hingga Amerika. Namun, diversifikasi ini tidak tanpa konsekuensi, yaitu waktu pengiriman menjadi jauh lebih lama.
Pengusaha membutuhkan ketahanan bahan baku, mengingat adanya lonjakan kebutuhan nafta akibat ekspansi kapasitas produksi.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menekankan pentingnya ketahanan pasokan bahan baku plastik untuk menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah tekanan global yang meningkat.
Tingginya ketergantungan industri petrokimia sebagai sektor hulu plastik terhadap impor bahan baku, khususnya dari kawasan Timur Tengah menjadi tantangan bagi pemerintah maupun industri untuk menjaga kelangsungan produksi.
Baca juga:
Film Dokumenter 'The Plastic Detox' Ungkap Bahaya Mikroplastik hingga Ancaman Kesuburan
Menurutnya, industri plastik Indonesia memang sangat bergantung pada impor, terutama dari kawasan Timur Tengah yang mencapai sekitar 70 persen.
Di tengah tekanan tersebut, pentingnya menjaga pasokan dalam negeri untuk meredam dampak lanjutan terhadap sektor hilir dan masyarakat.
"Dalam jangka pendek, memenuhi pasokan dalam negeri menjadi sangat penting agar harga plastik menurun. Jika tidak, ada kenaikan harga layanan di dalam negeri mencapai 30 persen. Mulai dari industri laundry dan UMKM lainnya sangat rentan sekali terhadap kenaikan harga plastik. Di satu sisi, harus ada pengembangan plastik berbahan baku yang tersedia masal di dalam negeri dan harganya terjangkau," ujar Nailul.
Ia menyampaikan, tekanan yang dihadapi oleh industri plastik global ini merupakan dampak dari gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang memperpanjang ketegangan geopolitik.
"Salah satu dampak dari gagalnya negosiasi antara Iran-US ini adalah ketidakpastian ekonomi global terutama terkait dengan perdagangan. Harga minyak dipastikan akan tetap tinggi, dan biaya perdagangan internasional akan meningkat juga,” ujarnya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan pemerintah berupaya menjaga stabilitas pasokan plastik agar tidak membebani industri kecil menengah (IKM) di tengah ancaman kelangkaan bahan baku global. (*)