Bahama Mulai Mengizinkan Yacht dan Jet Pribadi Beroperasi Tanggal 15 Juni
(Foto: Unsplash/Damon On Road)
BAHAMA akan membuka kembali industri pariwisatanya mulai tanggal 15 Juni. Yacht dan jet pribadi, menurut Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Bahama dikurop T+L, lebih dahulu diijinkan beroperasi sebelum menyambut pelancong komersial pada bulan Juli.
Saat Bahama dibuka kembali untuk pariwisata, negara akan menerapkan beberapa langkah-langkah keamanan, seperti pemeriksaan suhu di bandara dan pelabuhan, mengharuskan pengunjung mengenakan masker, dan memperkenalkan “program sertifikasi Bersih & Murni” untuk pariwisata dan bisnis terkait, seperti hotel dan restoran.
Baca juga:
Afrika Selatan Ditutup untuk Pelancong Internasional Hingga Februari 2021
"Prioritas utama kami dan akan selalu menjadi komitmen kami ialah terhadap kesehatan dan kesejahteraan penduduk dan pengunjung kami," kata Direktur Jenderal Pariwisata & Penerbangan Kementerian Bahama Joy Jibrilu dalam pernyataan bersama dengan T+L. “Banyak yang akan berubah di sektor pariwisata. Kami mau memastikan lagi Bahama aman dan bersih untuk semua orang. Kami berharap sekali lagi memberi para pelancong pengalaman tropis yang dikenal dari pulau-pulau kami.”
Pulau-pulau Karibia akan mulai dengan menyambut kapal dan penerbangan pribadi sebagai cara untuk menguji langkah-langkah keamanan baru. Pada tanggal 1 Juli, maskapai penerbangan komersial dapat mulai membawa pelancong kembali. Hotel dan perusahaan rental Airbnb dan HomeAway bisa mulai menyambut para tamu kembali.
Pembersihan kamar tamu dan ruang publik akan sering dibutuhkan hotel dan rumah sewa. Pembersih tangan dan tisu akan tersedia banyak di seluruh hunian, kata kementerian pariwisata. Juga, hotel harus membatasi jumlah orang dalam lift dan mengeluarkan barang-barang tak penting dari kamar.
Baca juga:
Ketika berada di pulau-pulau itu, pelancong diharapkan mengenakan masker wajah di taksi, dan kursi pantai harus diletakkan terpisah sejauh dua meter.
Selain itu, untuk memastikan jarak sosial, penerbangan akan meninggalkan pulau dijadwalkan untuk berangkat lewat setiap gerbang lain.
Pada tanggal 2 Juni, Bahama mengizinkan bisnis etalase non-esensial untuk dibuka kembali pada hari kerja dalam sehari di pulau-pulau tertentu. Termasuk Grand Bahama, sebagai bagian dari Tahap 3 rencana pembukaan kembali. Restoran di beberapa pulau, seperti Grand Bahama, masih terbatas pada penjemputan dan pengiriman di tepi jalan, dan fasilitas lainnya tetap ditutup.
Bahama, menurut Johns Hopkins University, telah mencatat 102 kasus COVID-19. (Lgi)
Baca juga:
Portugal Kembali Buka Pariwisata Untuk Pelancong Dari Negara Ini
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel