Ba'asyir Batal Bebas Blunder Yusril, BPN Bersyukur PBB Dukung Jokowi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 29 Januari 2019
Ba'asyir Batal Bebas Blunder Yusril, BPN Bersyukur PBB Dukung Jokowi

Yusril Ihza Mahendra berpesan kepada semua kader PBB untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 (MP/Win)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kubu BPN Prabowo-Sandiaga bersyukur Ketua Umum (Ketum) Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra resmi menyatakan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf setelah batalnya rencana pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan, dukungan ini berpotensi menjatuhkan elektabilitas petahana karena blunder dan ketidaktelitian Yusril dalam memberikan masukan ke Presiden Jokowi tentang rencana pembebasan Ba'asyir.

"Diumumkannya dukungan resmi DPP PBB kepada mereka didahului kejadian kurang menyenangkan yaitu pembatalan pembebasan Ustad Abu Bakar Baasyir dimana sebelumnya sudah diumumkan oleh YIM (Yusril Ihza Mahendra) yang juga Ketua Umum PBB," kata Juru bicara Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, dalam rilis kepada wartawan, Selasa (29/1).

Habiburokhman
Anggota Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Habiburokhman (tengah) (MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Habiburokhman, kasus tersebut dinilai bisa mengerus dukungan kaum profesional di tim Jokowi. Sebab, kasus pembatalan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir bisa memberi kesan bahwa Yusril terlihat amatiran ketika masuk di tim Jokowi. "Bisa timbul kesan bahwa Yusril yang selama ini seorang profesional justru dituduh menjadi amatir ketika bergabung dengan kubu 01," tegas politikus Gerindra itu.

Lebih lagi, kata Habiburokman, ada informasi sejumlah kader PBB masih bimbang karena sikap DPP yang memberikan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf. "Mereka akan susah menjual PBB kepada pemilih karena Presidennya bukan hasil Ijtima Ulama II. Bahkan di dapil saya di Jakarta Timur ada seorang caleg yang mengatakan tidak akan berkampanye," tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, partainya telah memutuskan dalam rapat pleno Dewan Pengurus Pusat PBB telah memutuskan untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi Ma ruf Amin, bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB 19 Januari 2019," kata Yusril dalam pesan yang diterima Antara, Jumat (25/1). (Pon)

#Abu Bakar Ba’asyir #Yusril Ihza Mahendra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah mengkaji praktik underinvoicing dalam pemberantasan korupsi. Kerugian negara disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Indonesia
Yusril Ingatkan Berpikir Bijak dan Hati-Hati Rumuskan Perubahan Definisi Korupsi Hanya Penyuapan
Pemahaman sejarah sangat penting karena sebuah peraturan tidak muncul tiba-tiba serta praktik penerapannya harus dievaluasi dengan kritis di mana kekuatan dan di mana kelemahannya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Yusril Ingatkan Berpikir Bijak dan Hati-Hati Rumuskan Perubahan Definisi Korupsi Hanya Penyuapan
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Berita
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Abu Bakar Ba’asyir diduga kelelahan setelah melakukan perjalanan untuk menghadiri pemakaman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Abu Bakar Ba’asyir Dirawat di IGD, Diduga Kelelahan
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Menko Yusril tegaskan sanksi berat bagi oknum terkait dugaan sel mewah Lapas Cibinong temuan Ombudsman. "Jangan ada dusta!" Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Indonesia
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan media buktikan temuan Ombudsman soal sel mewah berfasilitas apartemen di Lapas Cibinong. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Indonesia
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan KPK periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Bagikan