Aziz Syamsuddin Klaim Penunjukan Dirinya Sebagai Ketua DPR Sah
Ketua Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar Aziz Syamsuddin. Foto: Antara/M Agung Rajasa
MerahPutih.com - Ketua Komisi III Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin mengklaim penunjukan dirinya sebagai pengganti Setya Novanto sebagai ketua DPR sah dan sudah sesuai aturan.
Sebelumnya, Aziz ditunjuk Setya Novanto untuk menggantikan dirinya yang kini sedang mendekam di balik jeruji besi KPK. Melalui surat bertandatangan Ketum Golkar dan Sekjen, Aziz pede ingin menduduki kursi ketua DPR.
"Yang penting tanda tangan ketum dan sekjen, serta dewan pembina sah," kata Azis Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (11/12).
Menurut Aziz penunjukan dirinya, tidak memerlukan rapat pleno pimpinan partai beringin karena tidak dibahas dalam AD/ART partai Golkar. Sementara di dalam UU MD3 juga sudah mengatur hal tersebut.
"Dalam anggaran dasar partai tidak perlu lagi ada pleno," tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR Fraksi Golkar mengajukan dan menandatangani surat penolakan penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR menggantikan Setya Novanto.
Sekitar 60 anggota fraksi yang sudah menyatakan sikap menolak atau sekitar setengah lebih dari anggota fraksi Golkar di DPR.
"Kita kan 91 orang. Saya kira 60-an orang sudah," kata Politisi Senior Golkar Fadel Muhammad. (Fdi)
Baca juga berita terkaii lainnya di: Fahri Hamzah Benarkan Pimpinan DPR Gelar Rapat Bamus Bahas Setya Novanto
Bagikan
Berita Terkait
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai
Klarifikasi Pernyataan Atalia Praratya soal Dana Pesantren, Golkar Tegaskan Tak Ada Larangan APBN untuk Ponpes