Azas Tigor: Pansus Banjir DPRD DKI Nggak Jelas dan Habisi Anggaran
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan. (Foto: MP/John Abimanyu)
MerahPutih.com - Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menyayangkan, kinerja Panitia Khusus (Panitia) Banjir DPRD DKI yang baru bekerja padahal sudah mulai terbentuk pada Januari 2020 atau 8 bulan lalu.
Tigor pun menilai Pansus Banjir DPRD tidak jelas. Sebab, selama delapan bulan kebelakangan ini tak ada kerjanya untuk mengatasi persoalan banjir.
"Itu kan pansus dibentuk untuk banjir Jakarta pada 1 Januari nah kalo sekarang baru kerja, kerjanya untuk banjir yang mana?," kata Tigor saat dikonfirmasi, Rabu (7/10).
Baca Juga
UU Cipta Kerja Diprotes, Menaker Ajak Buruh Susun Aturan Turunan
Tigor menceritakan, memang pada sejarahnya Pansus yang dibentuk Dewan Parlemen Kebon Sirih belum pernah mempunyai hasil yang membagakan warga DKI. Lebih parahnya lahi pembentukan itu hanya menghabiskan anggaran saja, seperti anggaran rapat.
Ia pun mempertanyakan kinerja Pansus yang diketuai Zita Anjani selama dibentuk itu. Padahal beberapa hari lalu ada sejumlah wilayah dan jalan raya terendam banjir.
"Yang pertama dalam sejarah pansus ga ada hasil, lalu ini reaktif karena ada banjir kemarin sementara mereka udah kebentuk dari januari laporannya apa ? Jangan permainkan masyarakat," tuturnya.
Tigor berpendapat, ada dua masalah besar mengenai banjir yang bisa dikritisi Pansus Banjir yaitu soal sistem peringatan dini dan bantuan darurat.
Mengenai sistem peringatan dini adalah alat yang dipakai DKI untuk memperingati warga di lokasi langganan banjir. Kemudian, soal bantuan darurat seperti proses evakuasi hingga bantuan di tempat pengungsian.
"Kalau mau mencermati banjir itu banyak. Tapi terpenting nolong warga jakarta biar kerugian enggak banyak terus. Ada 2 hal yang enggak jalan, itu sistem peringatan dini sama bantuan darurat enggak jalan," ungkap dia.
Ia juga mengkritik kinerja DPRD DKI selama masa pandemi COVID-19. Menurutnya, anggota Parlemen Kebon Sirih tidak bekerja untuk rakyat.
"DPRD selama pandemi ini saya lihat engga ngapa ngapain," tutupnya.
Seperti diketahui, Pansus Banjir DPRD DKI bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai menggelar rapat mengelai penanganan banjir di ibu kota, pada Senin (5/10) kemarin.
Dari hasil rapat, Ketua Pansus Banjir DPRD, Zita Anjani mengatakan, paparan yang disampaikan eksekutif sangat detail dan jelas. Bahkan rencana jangka pendek dan panjang penanganan banjir disiapkan dengan baik.
Baca Juga
ST Kapolri Keluar, Seluruh Polda Diminta Tidak Ragu Tindak Demo Buruh
Hanya saja, dugaan Zita, eksekusi atau praktek yang dilaksanakan Pemprov DKI dilapangan tak berjalan baik sehingga banjir masih saja menghantui Jakarta.
"Tapi dengan rencana yang ada, banjir di DKI semakin parah, itu yang ingin kami telusuri," jelas Zita. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Hujan Deras Minggu (18/1) Sebabkan Banjir di Jakarta, ini Daftar Lokasi yang Tergenang
5 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta masih Terendam Banjir, Minggu (18/1)
Selasa (13/2) Pukul 18.00, 3 RT di Jakarta masih Kebanjiran, Ribuan Orang Mengungsi
Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian
11 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Total Pengungsi 1.398 Jiwa
Banjir Rawa Buaya, Sudin Salahkan Inisiatif Warga Lubangi Turap Malah Jadi Blunder
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Banjir Jakarta Utara, BPBD Salurkan Makanan hingga Matras ke Pengungsi
Dinas SDA Ungkap Penyebab Jakarta Utara Terendam Banjir Serentak