Ayam Goreng Widuran Solo Kembali Buka, Pasang Spanduk Besar Jualan Nonhalal

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Juni 2025
Ayam Goreng Widuran Solo Kembali Buka, Pasang Spanduk Besar Jualan Nonhalal

Ayam Goreng Widuran Solo kembali berjualan nonhalal, Jumat (20/6). (Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rumah Makan Ayam Goreng Widuran Solo kembali buka dengan jualan nonhalal memasang spanduk besar di depan rumah makan, Jumat (20/6).

Ayam Goreng Widuran sebelumnya ditutup Wali Kota Solo Respati Ardi setelah ramai viral jualan produk halal, ternyata nonhalal Senin (26/5).

Pantauan Merahputih.com, rumah Makan Ayam Goreng Widuran di Jalan Sultan Syahrir No.71, Kelurahan Kepatihan Kulon, Kecamatan Jebres, Solo ini mulai buka pukul 07.00 WIB.

Sejumlah pembeli datang memesan makanan untuk makan di lokasi. Dan dibungkus dibawa pulang.

Ada yang berbeda pada Ayam Goreng Widuran kali ini, pemilik warung memasang spanduk yang baru dicetak dengan tulisan Nonhalal besar pada bagian bawah. Pada spanduk lama, tulisan Nonhalal hanya kecil dibagian tengah spanduk.

Salah satu pembeli, Astrika warga Jebres Solo mengaku sudah lama menunggu rumah makan Ayam Goreng buka.

“Sudah lama menanti dibuka. Iya langganan selama 5 tahun lebih,” ujar Astrika, Jumat (20/6).

Baca juga:

Ayam Goreng Widuran Jadi Sorotan Soal Isu Nonhalal, Kemenag Solo: Pelaku Usaha Harus Tunduk Aturan

Walkot Solo Tutup Rumah Makan Ayam Goreng Widuran Setelah Geger Nonhalal

Dikatakannya, Ayam Goreng Widuran memang terkenal enak. Biasanya membeli untuk makan keluarga di rumah dan oleh-oleh keluarga datang dari luar kota.

“Memang terkenal enak. Biasanya beli buat makan keluarga atau belikan keluarga luar kota yang datang Solo,” katanya.

Dia menambahkan awalnya hanya iseng lewat. Dan ternyata rumah makan buka.

“Saya beli dua ekor ayam kremes. Biasa saja (ramai-ramai nonhalal) karena saya non muslim. Jadi tak pengaruh (tetap beli),” tandasnya.

Baca juga:

Walkot Solo Bolehkan Jualan asalkan Cantumkan Nonhalal, Ayam Goreng Widuran Tetap Tutup

Hasil Lab Makanan Ayam Goreng Widuran, Walkot Solo: Boleh Jualan Lagi Asal Cantumkan Label Nonhalal

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi memperbolehkan Ayam Goreng Widuran kembali berjualan dengan catatan mencantumkan tulisan nonhalal.

Hal itu diputuskan usai Pemkot Solo menerima hasil uji Laboratorium Veteriner Boyolali oleh Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Solo, Rabu (4/6).

Dia mengatakan semua makanan yang ajukan untuk uji lab untuk mengetahui layak makan atau tidak.

Respati mengizinkan Ayam Goreng Widuran buka kembali namun dengan catatan wajib mencantumkan tulisan nonhalal.

“Pelaku usaha sudah mendeklarasikan ada nonhalal, yowes (ya sudah) itu,” ujar Respati. (Ismail/Jawa Tengah)

#Ayam Goreng #Solo #Kuliner
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Polresta Solo Tangkap 3 Pelaku Teror Pocong, Minta Maaf Telah Bikin Gaduh
Sebelumnya, viral video teror pocong berdurasi 30 detik gegerkan warga Solo.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Polresta Solo Tangkap 3 Pelaku Teror Pocong, Minta Maaf Telah Bikin Gaduh
Indonesia
Eks Kepala BGN Ditangkap Kejagung, 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi
Dana SPPG sepenuhnya berada di tangan BGN dan bukan tanggung jawab daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Eks Kepala BGN Ditangkap Kejagung, 20 SPPG di Solo Berhenti Beroperasi
Tradisi
Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Keraton Solo Keluarkan 5 Kerbau Kyai Slamet
Ada lima kebo mahesa atau kerbau bule yang akan menjadi cucuk lampah pada kirab pusaka nanti.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
Kirab Pusaka Malam 1 Suro, Keraton Solo Keluarkan 5 Kerbau Kyai Slamet
Indonesia
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Sebelumnya Bhikkhu Thudong mulai berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah untuk memperingati puncak Hari Raya Waisak.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Indonesia
Ratusan Pengemudi Ojol Ngadu ke DPRD Solo, Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator
Para pekerja transportasi daring saat ini berada dalam posisi dilematis yang serbatidak pasti.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Ratusan Pengemudi Ojol Ngadu ke DPRD Solo, Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator
Indonesia
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Tercatat, sebanyak 8 orang suporter terpaksa harus mendapatkan perawatan medis dari petugas P3K di lokasi karena mengalami sesak napas dan kepanikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Olahraga
Puluhan Suporter Persis Diamankan Usai Pesta Flare di Stadion Manahan
: Polresta Surakarta amankan 33 suporter Persis Solo karena membawa flare, smoke, petasan, dan miras saat laga kontra Dewa United di Stadion Manahan.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
 Puluhan Suporter Persis Diamankan Usai Pesta Flare di Stadion Manahan
Dunia
Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Langkah ini menjadi contoh terbaru bagaimana barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih
Kuliner
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Sate lalat khas Madura bisa jadi inspirasi olahan daging kurban saat Idul Adha. Simak asal-usul nama, cara membuat, dan sejarah kuliner legendaris ini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Sate Lalat, Kuliner Unik Madura yang Bisa Jadi Inspirasi Olahan Daging Kurban
Indonesia
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Revitalisasi Taman Sriwedari kini menuai polemik. Ahli waris memperingatkan Pemprov Solo agar tidak mengganggu lahan sengketa.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Bagikan