Parenting

Ayah, Lakukan 7 Hal ini agar si Kecil tak Tumbuh Fatherless

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 06 Juni 2024
Ayah, Lakukan 7 Hal ini agar si Kecil tak Tumbuh Fatherless

Ayah harus terlibat aktif dalam pengasuhan agar anak tak fatherless. (Foto: Pixabay/5921373)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - INDONESIA menjadi salah satu negara dengan fenomena fatherless. Laporan State of the World’s Fathers yang dirilis Rutgers Indonesia pada 2015 menyebutkan budaya patriarki sebagai salah satu alasan absennya ayah dalam perkembangan anak di Indonesia.

Itu bermakna kondisi fatherless terjadi karena persoalan anak selalu dibebankan kepada ibu. Ibu dianggap mesti bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan anak. Akibatnya, anak tumbuh jauh atau tanpa sosok ayah. Padahal, anak juga butuh sosok ayah dalam hidup mereka. Agar anak tak tumbuh fatherless, ayah perlu ambil tindakan dengan melakukan tujuh hal ini.

1. Terlibat secara Aktif

Ayah harus berusaha terlibat secara aktif dalam kehidupan anak mereka. Ini mencakup berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, seperti membantu dengan pekerjaan rumah tangga, membantu dengan tugas sekolah, dan terlibat dalam kegiatan hobi atau olahraga anak.

2. Memberikan Dukungan Emosional

Ayah harus menjadi sumber dukungan emosional bagi anak mereka. Ini berarti mendengarkan dengan penuh perhatian ketika anak memiliki masalah atau kekhawatiran, memberikan dukungan moral, dan menunjukkan kasih sayang dan perhatian yang tulus.

Baca juga:

Fatherless Figure Syndrome, Punya Ayah, Tapi Berasa Jauh

3. Menjadi Teladan Positif

Ayah harus berperan sebagai teladan positif bagi anak-anak mereka. Ini termasuk menunjukkan nilai-nilai seperti integritas, tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras melalui tindakan dan perilaku sehari-hari.

4. Membangun Hubungan yang Kuat

Ayah harus memprioritaskan pembangunan hubungan yang kuat dengan anak-anak mereka. Ini mencakup menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama, berkomunikasi secara terbuka, dan membangun ikatan emosional yang mendalam.

5. Memberikan Dukungan Finansial

Meskipun tidak semua aspek ayah-anak terkait dengan dukungan finansial, memberikan dukungan finansial yang cukup untuk anak-anak mereka merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang ayah.

6. Berkomitmen untuk Kehadiran Jangka Panjang

Ayah harus berkomitmen untuk hadir dalam kehidupan anak-anak mereka dalam jangka panjang. Ini berarti tidak hanya terlibat secara sementara atau ketika nyaman, tetapi juga terlibat secara konsisten dan berkelanjutan seiring waktu.

7. Menjadi Bagian dari Keputusan Penting

Ayah harus memainkan peran dalam pengambilan keputusan penting yang memengaruhi kehidupan anak-anak mereka, seperti keputusan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan keluarga.

Melibatkan ayah dalam pengasuhan menghindari risiko anak tumbuh fatherless. Hal itu akan berdampak baik bagi anak. Tumbuh kembang anak menuju dewasa jadi sangat baik secara psikologis dan biologis serta mereka jadi memiliki self barrier yang jelas.(ayu)

Baca juga:

Lika Liku Ayah ASI di Negara Julukan Fatherless Country

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan